DAILYHITS – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Banten mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meningkatkan kapasitas bisnis agar mampu berkembang dan bersaing di tengah perubahan ekonomi dan teknologi.
Ketua Kadin Banten Mochammad Azzari Jayabaya mengatakan, penguatan UMKM tidak cukup dilakukan melalui bantuan modal. Pelaku usaha juga perlu dibekali kemampuan mengelola bisnis, memperluas pasar, mengakses pembiayaan, serta memanfaatkan teknologi digital.
Hal itu disampaikan Azzari dalam Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kadin Banten di Hotel Grand Keisha, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Kamis (24/9/2026).
Rapimprov tersebut mengangkat tema “Ekonomi Kerakyatan untuk Banten Maju, UMKM Naik Kelas, Ekonomi Berkualitas.”
Azzari menilai UMKM harus ditempatkan sebagai bagian utama dalam pembangunan ekonomi daerah. Menurut dia, pelaku UMKM perlu memiliki kemampuan untuk mengembangkan usahanya secara mandiri, bukan hanya bergantung pada program bantuan.
“UMKM tidak boleh hanya menjadi objek program. Kita harus mendorong agar UMKM menjadi subjek dalam pembangunan ekonomi,” kata Azzari.
Pria yang karib disapa Amal ini mengatakan salah satu persoalan yang perlu diperkuat adalah tata kelola usaha. Pelaku UMKM, kata dia, harus mampu memahami kondisi keuangan bisnisnya, mulai dari pemasukan, pengeluaran, biaya produksi hingga penentuan harga jual.
Pembukuan yang tertib juga diperlukan agar keuangan usaha tidak bercampur dengan kebutuhan pribadi.
“Pelaku usaha perlu memahami berapa biaya produksinya, berapa pemasukan dan pengeluarannya, serta bagaimana memisahkan uang usaha dengan kebutuhan pribadi,” ujarnya.
Menurut Amal, tata kelola yang baik juga akan membantu pelaku UMKM ketika membutuhkan pembiayaan untuk mengembangkan usahanya.
Halaman : 1 2 Selanjutnya






