Pandangan serupa disampaikan Gubernur Banten Andra Soni. Menurutnya, pembangunan daerah merupakan proses yang berlangsung lintas kepemimpinan sehingga setiap pemerintahan memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan, menyelesaikan, sekaligus memperbaiki kebijakan yang telah berjalan.
“Ada program yang dimulai oleh kepemimpinan terdahulu, kemudian diselesaikan oleh pemerintahan berikutnya. Ada infrastruktur yang manfaatnya baru dirasakan bertahun-tahun setelah dibangun. Ada juga kebijakan yang terus diperbaiki mengikuti perkembangan zaman,” ujar Andra.
Pernyataan tersebut menempatkan perjalanan 26 tahun Banten sebagai sebuah proses pembangunan yang tidak terputus oleh pergantian kepemimpinan. Apa yang dibangun hari ini dapat menjadi fondasi bagi kebutuhan masyarakat pada masa mendatang.
Namun, keberlanjutan pembangunan juga membutuhkan ukuran yang jelas: apakah kebijakan tersebut mampu menjawab persoalan masyarakat.
Andra menegaskan, tema “Banten Bergerak, Maju Berdampak” harus diterjemahkan melalui kerja pemerintahan yang mampu menjawab persoalan masyarakat. Pembangunan, menurutnya, bukan sekadar mengenai program yang selesai dilaksanakan, tetapi mengenai persoalan yang berhasil diselesaikan.
Pesan tersebut sekaligus memperkuat peran DPRD dalam mengawal kebijakan pembangunan melalui fungsi penganggaran dan pengawasan. Setiap kebijakan publik pada akhirnya perlu dikembalikan pada tujuan utamanya, yakni menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Memasuki usia ke-26, Banten memiliki perjalanan panjang sekaligus pekerjaan yang masih harus diselesaikan. Di tengah perubahan kebutuhan masyarakat dan tantangan pembangunan daerah, sinergi pemerintah dan DPRD menjadi bagian penting untuk memastikan kebijakan tetap berjalan pada jalurnya.
Bagi DPRD Banten, momentum HUT ke-26 menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak berhenti pada angka pertumbuhan maupun daftar program. Pembangunan harus bergerak menuju sesuatu yang lebih konkret: masyarakat yang semakin sejahtera dan manfaat kebijakan yang semakin terasa.
Dengan semangat “Banten Bergerak, Maju Berdampak”, perjalanan 26 tahun Provinsi Banten diharapkan tidak hanya menjadi catatan tentang usia sebuah daerah, tetapi juga tentang sejauh mana pembangunan mampu menghadirkan perubahan bagi masyarakatnya. (ADV)
Halaman : 1 2







