“Gambaran ini berguna untuk menentukan kebijakan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” katanya.
Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengungkapkan, pelaksanaan CKG di Banten telah menjangkau lebih dari 7 juta jiwa dan hampir mencapai 8 juta orang. Menurut dia, capaian tersebut telah melampaui rata-rata nasional yang disebut berada di angka 42 persen.
“Bahkan (pesertanya) hampir mencapai 8 juta orang. Di Banten, capaiannya sudah lebih dari 70 persen,” ujar Dimyati.
Meski tingkat partisipasi masyarakat telah melampaui 70 persen, Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen meningkatkan jangkauan program sekaligus memperkuat pemerataan pelayanan kesehatan di seluruh wilayah.
Upaya tersebut dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan masing-masing daerah. Di wilayah Banten bagian utara, pemutakhiran teknologi kesehatan menjadi salah satu perhatian. Sementara itu, wilayah selatan difokuskan pada peningkatan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan.
“Sehingga, seluruh masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan secara optimal,” tutur Dimyati.
Pemerataan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah masyarakat yang telah mengikuti pemeriksaan, tetapi juga dari kemudahan akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti menyebut capaian Banten hanya terpaut sekitar 0,7 persen dari Provinsi Gorontalo yang menempati peringkat pertama nasional.
“Peringkat teratas capaian Program CKG di Indonesia adalah Provinsi Gorontalo. Selisih capaian kita sekitar 0,7 persen saja,” jelas Ati.
Selisih tersebut menjadi dorongan bagi Dinas Kesehatan Provinsi Banten untuk terus meningkatkan partisipasi masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menerjunkan petugas secara langsung ke lapangan guna mendorong warga memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis. (ADV)
Halaman : 1 2






