Nasib Afifuddin Digantung! Bipartit Kedua di PT Asietex Tak Jelas

- Penulis

Selasa, 31 Maret 2026 - 17:15

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Afifudi Bersama Kuasa Hukum LBH PKC PMII Banten, memberikan keterangan kepada Pers, Doc (Dirhat/Dailyhit.id)

Afifudi Bersama Kuasa Hukum LBH PKC PMII Banten, memberikan keterangan kepada Pers, Doc (Dirhat/Dailyhit.id)

DAILYHITS.ID–  Nasib pekerja Ahmad Afifuddin, korban pemutusan hubungan kerja (PHK) dari PT Asietex Sinar Indopratama, belum menemui kejelasan.

Dalam perundingan bipartit kedua yang digelar perusahaan, tuntutan Afifuddin terkait pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) dan kejelasan status kerja kembali tidak mendapat keputusan dari pihak perusahaan.

Diketahui, Pertemuan itu merupakan tindak lanjut dari bipartit sebelumnya yang sempat gagal terlaksana karena kuasa hukum Afifuddin tidak diizinkan masuk ke ruang perundingan.

Pada 10 Maret 2026, Afifuddin diberhentikan oleh perusahaan setelah mengajukan komplain terkait pembagian THR dan diduga dianggap memprovokasi penolakan bingkisan yang diberikan perusahaan.

Dalam keterangan Afipudin melalui Kuasa Hukum Afifuddin dari LBH PKC PMII Banten, Ahmad Maulana, mengatakan dalam perundingan bipartit kedua pihak HRD perusahaan belum memberikan keputusan terkait tuntutan yang diajukan kliennya.

Menurutnya, perusahaan hanya meminta Afifuddin untuk kembali menuliskan tuntutan yang sebelumnya telah disampaikan.

“Pihak HRD menyatakan belum bisa mengambil keputusan terkait pembayaran THR. Mereka hanya meminta Afifuddin menuliskan kembali tuntutannya,” kata Ahmad Maulana saat ditemi depan gerbang PT Asietex Sinar Indopratama, selasa (31/2026).

Baca Juga :  Bupati Serang Bergerilya Pantau Posko Mudik, Pastikan pelayanan dan Keselamatan Pemudik Optimal

Ia menjelaskan, THR yang seharusnya diterima Afifuddin mengacu pada Upah Minimum Kabupaten (UMK) Serang sebesar Rp5.178.000. Selain itu, pihaknya juga meminta agar Afifuddin dipekerjakan kembali sebagai karyawan tetap atau diberikan status kerja baru sesuai ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021.

Namun, hasil perundingan tersebut dinilai tidak sesuai harapan. Perusahaan tidak memberikan kepastian mengenai pembayaran THR maupun status kerja Afifuddin.

Ahmad Maulana menilai sikap perusahaan bertele-tele karena tuntutan tersebut sebelumnya sudah disampaikan dalam pertemuan di Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Serang pada 16 Maret 2026 dan telah dituangkan dalam risalah resmi.

“Kami kecewa. Kami sudah memberikan ruang dengan tidak mendampingi secara langsung, tetapi perusahaan tetap tidak menunjukkan itikad baik. Mereka hanya meminta menuliskan ulang tuntutan yang sebelumnya sudah tercatat dalam risalah Disnaker,” ujarnya.

Pihak Afifuddin menyatakan akan kembali melaporkan persoalan tersebut ke Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Serang apabila tuntutan tidak dipenuhi, agar difasilitasi dalam perundingan tripartit sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Serang, Diana Ardhianty Utami, menjelaskan bahwa proses penyelesaian perselisihan hubungan industrial harus diawali dengan perundingan bipartit sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial.

Baca Juga :  Ribuan Warga Cikamunding Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak

Menurutnya, apabila perundingan bipartit tidak menghasilkan kesepakatan, maka para pihak dapat kembali melapor ke Disnaker untuk difasilitasi dalam proses berikutnya.

“Kalau dari bipartit belum ada keputusan, segera lapor lagi ke Dinas Tenaga Kerja. Nanti kami yang akan memanggil para pihak dan prosesnya menjadi tripartit karena pemerintah ikut terlibat,” katanya.

Ia menjelaskan, bipartit merupakan perundingan yang hanya melibatkan dua pihak, yakni pekerja dan pengusaha, tanpa keikutsertaan pihak lain.

“Bipartit itu antara pekerja dan pengusaha saja. Tanpa pihak lain,” ujarnya.

Dian menambahkan, sebelumnya Disnaker sempat memanggil kedua pihak sebelum Lebaran dalam rangka klarifikasi melalui posko pengaduan ketenagakerjaan.

Ia menegaskan, kewajiban pembayaran THR kepada pekerja merupakan aturan yang wajib dipenuhi oleh perusahaan.

“Yang namanya tunjangan hari raya keagamaan untuk Idul Fitri itu wajib diberikan kepada pekerja sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.

Editor : Engkos Kosasih

Sumber Berita: Dailyhits.id

Berita Terkait

Belanja Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar Dipakai untuk Honor Lembaga di Banten
Jelang HUT Ke-81 RI, BNN Musnahkan 12 Hektare Ladang Ganja di Nagan Raya
HUT RI ke-81 Kecamatan Cibadak, Ratusan Peserta Gebyar Lari 5 Kilometer
Bukan Cuma Sidang, Puluhan Advokat PERADI Rangkasbitung Adu Seru Rayakan HUT RI ke 81
Pemuda Tapos Caang Garap Film “Sang Saka Merah Putih”, Angkat Kisah Bendera Warisan Pejuang
Robby Sumantri Jayabaya Pimpin Kadin Lebak, Bidik UMKM dan Investasi
Kunjungi Yayasan Yunaniah Human Care, Nabil Jayabaya: Saya Salut, Ini Hebat
Target Tiga Besar Porprov Banten 2026, KONI Kabupaten Serang Siapkan 56 Cabor 

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 00:30

Belanja Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar Dipakai untuk Honor Lembaga di Banten

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:04

Jelang HUT Ke-81 RI, BNN Musnahkan 12 Hektare Ladang Ganja di Nagan Raya

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:12

HUT RI ke-81 Kecamatan Cibadak, Ratusan Peserta Gebyar Lari 5 Kilometer

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:03

Bukan Cuma Sidang, Puluhan Advokat PERADI Rangkasbitung Adu Seru Rayakan HUT RI ke 81

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:50

Robby Sumantri Jayabaya Pimpin Kadin Lebak, Bidik UMKM dan Investasi

Berita Terbaru

Dirgahayu Republik Indonesia. (Istimewa)

Advertorial

Ucapan Dirgahayu Republik Indonesia ke 81

Minggu, 16 Agu 2026 - 08:41