DAILYHITS – Menjelang libur Lebaran, Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mulai mempercepat berbagai persiapan di sektor pariwisata. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan jumlah wisatawan yang diperkirakan akan memadati sejumlah destinasi unggulan di wilayah tersebut selama masa liburan.
Sejumlah langkah strategis telah dilakukan, mulai dari pengecekan fasilitas wisata, penguatan koordinasi lintas instansi, hingga penyiapan sistem pengelolaan keramaian di lokasi wisata. Tujuannya adalah memastikan wisatawan dapat menikmati liburan dengan rasa aman, nyaman, serta tetap tertib.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lebak, Yosep M. Holis, mengatakan pihaknya telah mengundang berbagai pengelola destinasi wisata untuk melakukan rapat konsolidasi. Pertemuan tersebut melibatkan pengelola wisata alam, wisata buatan, hingga pelaku usaha perhotelan di Kabupaten Lebak.
Menurut Yosep, pemerintah daerah juga telah berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan kesiapan menyambut masa libur panjang tersebut.
“Kami sudah melakukan rapat konsolidasi dengan sejumlah pihak seperti kepolisian, TNI, PT KAI, hingga Perhutani. Selain itu, kami juga menyampaikan surat edaran terkait penyelenggaraan kegiatan pariwisata agar selama libur Lebaran kondisi tetap aman, nyaman, dan menyenangkan bagi para pengunjung,” ujarnya, Rabu (11/3/2026).
Berkaca dari data kunjungan wisata pada tahun-tahun sebelumnya, sejumlah destinasi diprediksi masih menjadi magnet utama wisatawan. Salah satu yang paling ramai adalah Pantai Sawarna yang biasanya menarik hingga puluhan ribu pengunjung selama musim liburan.
Selain itu, wisatawan juga diperkirakan memadati beberapa destinasi lain seperti Pantai Bagedur, Waduk Karian, serta Danau Talanca yang setiap tahunnya menjadi tujuan favorit wisata keluarga.
Untuk memastikan kesiapan destinasi, Dinas Pariwisata membentuk tim khusus yang bertugas melakukan pengecekan langsung ke berbagai lokasi wisata. Tim ini melakukan pemeriksaan berdasarkan sejumlah indikator kesiapan destinasi.
Beberapa aspek yang diperiksa di antaranya kesiapan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan, penandaan area larangan berenang di pantai, kondisi fasilitas umum, pengelolaan sampah, hingga kapasitas area parkir untuk menghindari kemacetan di sekitar lokasi wisata.
“Kami menyiapkan sejumlah indikator pengecekan yang harus dipastikan oleh pengelola destinasi. Ini penting agar pengunjung tetap merasa aman dan nyaman saat berwisata,” jelas Yosep.
Halaman : 1 2 Selanjutnya







