Menurutnya, warung kelontongan itu berlokasi di pinggir jalan raya. Pasutri tersebut hanya sewaktu – waktu menginap di tempat kejadian perkara (TKP).
“Mereka punya rumah juga di Nanggerang memang masih satu kampung. Itu mah hanya warung yang memang sewaktu- waktu ditempati,”tuturnya.
Sementara Kepala Desa Desa Haur Gajrug, Hasan Ferry mengatakan peristiwa berdarah itu mencuat ke publik setelah seorang satpam perumahan hendak berbelanja ke warung mereka.
“Satpam itu mau beli rokok di rumah sekaligus warung korban, tapi saat mau beli pintu rumah korban sudah terbuka. Satpam itu masuk dan melihat kedua pasutri sudah dalam keadaan tewas. Dia pun langsung lapor ke polisi,” terangnya.
Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian. Namun, kedua jenazah korban di bawa pihak berwenang untuk menjalani autopsi di RSUD Serang.
Halaman : 1 2







