Ketua DPRD menegaskan, konflik yang berlarut berpotensi berdampak pada kinerja birokrasi, pelayanan publik, hingga pelaksanaan program pembangunan di daerah.
Karena itu, ia mendorong kedua pimpinan daerah untuk segera menyudahi perbedaan yang ada dan kembali fokus pada agenda pembangunan. Terlebih, masa kepemimpinan yang masih tersisa dinilai cukup panjang untuk memperbaiki dan menuntaskan berbagai program kerja.
DPRD juga optimistis situasi ini dapat diselesaikan melalui komunikasi yang terbuka dan mengedepankan kepentingan masyarakat. Ia berharap, semangat kebersamaan dalam visi daerah dapat kembali diwujudkan dalam praktik kepemimpinan sehari-hari.
Upaya rekonsiliasi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menjaga stabilitas pemerintahan serta memastikan keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Lebak.
Diketahui, Bupati Lebak Hasbi Jayabaya dan Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah bersitegang saat acara halal bihalal di Pendopo Bupati Lebak, Senin (30/3/2026). Keduanya cekcok hingga wakil bupati walk out saat acara lantaran bupati secara terang-terangan menyinggung status Wabup sebagai mantan narapidana di hadapan para aparatur sipil negara. (*)
Halaman : 1 2







