Karenanya, Bupati meminta agar fasilitas umum itu dipelihara dengan baik oleh masyarakat Malingping.
“Pajak masyarakat dikamanakeun ku dararia, dirusak rusak keneh bae lain dipelihara. Ja lain jeung aing, jeung dararia nu arusaha didieu, lain sakali dua kali ieu, ku keur kabeneran bae aing dahar didie (Pajak masyarakat dikemanakan oleh kalian, dirusak rusak saja, bukannya dipelihara. Bukan untuk saya, untuk kalian yang (berdagang-Red) di sini. Bukan sekali dua kali ini, hanya kebetulan saja saya makan di sini,” pungkasnya lagi.
Sementara dikonfirmasi awak media, Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya membenarkan dirinya marah Selasa, 12 Oktober 2022 malam.
Iti mengaku emosi karena melihat Alun – alun Malingping yang dibangun oleh anggaran negara dirusak begitu saja oleh oknum masyarakat yang tidak bertanggungjawab.
“Bukan menghalangi orang berusaha, atuh mobil masuk ke dalam (Alun-alun red). Sampai ban nya nancep. Itu kan berat, rusak lah,”kata Iti saat ditemui awak media di Kejaksaan Negeri Lebak, Rabu, 13 Oktober 2022.
Kata Iti, Alun-alun Malingping dibangun dan terus dipelihara oleh pemerintah semata-mata untuk seluruh masyarakat.
“Bukan buat saya itu buat mereka mereka juga. Tolong lah di jaga. Kenapa sih kalau memang mau ngambil barang – barang (Auning Panggung -red) tinggal diangkat sedikit ke jalan tidak usah mobilnya yang masuk,”tandasnya.
Iti berharap seluruh masyarakat Kabupaten Lebak bisa menjaga dan memelihara bersama-sama apa yang telah dibangun oleh pemerintah.
Halaman : 1 2





