Yayat menambahkan, jembatan tersebut sudah beberapa kali diperbaiki, namun tetap kembali roboh. “Ini akses utama. Kalau jembatannya putus, semua kegiatan lumpuh. Sudah tiga kali dibetulkan tapi tetap roboh. Kami butuh jembatan yang kuat, bukan sekedar ditahan batu,” tegasnya.
Warga kini mendesak pemerintah daerah segera melakukan penanganan darurat. Aktivitas ekonomi, distribusi kebutuhan pokok, hingga akses pendidikan terganggu total akibat kerusakan ini.
“Tolong pemerintah segera turun tangan. Anak sekolah lewat sini, warga ke pasar lewat sini. Sekarang semua terhenti karena jalan alternatif pun rusak dan jauh,” tambah Yayat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah Kabupaten Lebak terkait langkah penanganan sementara maupun rencana pembangunan ulang jembatan yang ambruk tersebut. ***
Halaman : 1 2







