Lebih jauh, Martias Wanto berbagi bahwa kunjungannya ke Kota Cilegon telah memberikan wawasan baru bagaimana pengelolaan sampah yang efektif dapat menghasilkan sumber energi yang bernilai ekonomis.
“Dengan pengalaman yang saya peroleh dari kunjungan ke Kota Cilegon, saya yakin kita bisa menemukan cara-cara baru dalam mengelola sampah yang tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan, tetapi juga dapat menghasilkan pendapatan dari energi yang dihasilkan,” tambahnya.
Martias Wanto juga menegaskan harapannya bahwa acara seperti CSS XXII Akkopsi Tahun 2024 akan terus memberikan ruang untuk pertukaran informasi yang bermanfaat bagi semua wilayah di Indonesia. Keberhasilan Kota Cilegon dalam mengelola sampah menjadi inspirasi bagi banyak wilayah di Indonesia untuk mengadopsi praktik yang sama.
Kegiatan CSS XXII Akkopsi Tahun 2024 dihadiri oleh perwakilan dari 166 kabupaten/kota, dengan 24 wali kota dan bupati yang turut hadir secara langsung. Kota Cilegon, dengan keberhasilannya menjadi kota pertama di Indonesia yang berhasil mengubah sampah menjadi bahan bakar briket/co-firing, telah menjadikan dirinya sebagai teladan dalam pengelolaan sampah di Indonesia. (Advertorial)
Halaman : 1 2







