Penguatan kapasitas pelaku UMKM, peningkatan daya saing produk lokal, inovasi, serta digitalisasi juga menjadi bagian dari agenda Kadin Lebak untuk membantu pelaku usaha memperluas pasar.
Sementara Wakil Ketua Umum Kadin Jawa Barat, Moch. Nabil Jayabaya, menyambut baik kepemimpinan baru Kadin Lebak. Ia berharap organisasi dunia usaha tersebut tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya para pengusaha, tetapi mampu mengambil peran nyata dalam pembangunan daerah.
Menurut Nabil, Kadin harus aktif membangun komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah sehingga berbagai persoalan dunia usaha dapat dicarikan solusi bersama.
“Kadin jangan hanya menjadi wadah. Kadin harus aktif bersinergi dengan pemerintah, ikut memberikan gagasan dan solusi, sehingga dunia usaha di Lebak bisa tumbuh dengan baik,” kata Nabil.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi salah satu kunci untuk menciptakan iklim usaha yang sehat, meningkatkan investasi, memperkuat UMKM, sekaligus membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat.
“Kalau pemerintah dan dunia usaha bisa berjalan bersama, saya yakin akan semakin banyak peluang yang bisa dibuka. Target akhirnya tentu bagaimana dunia usaha tumbuh, masyarakat mendapatkan manfaat, dan bersama-sama mewujudkan Lebak Ruhay,” ujarnya.
Nabil juga berharap kepengurusan Kadin Lebak periode 2026–2031 mampu menjaga komunikasi dengan seluruh pelaku usaha, mulai dari UMKM hingga sektor usaha berskala besar, sehingga Kadin benar-benar hadir sebagai mitra strategis dalam pembangunan ekonomi Kabupaten Lebak. ***
Halaman : 1 2







