Ditanya terkait adanya intimidasi dari direktur terhadap karyawan, Ricky membenarkan, jika ada kata-kata direktur yang kami anggap tidak sesuai, bahkan ada kata lu jual gua beli dan kalau tidak mau mengikuti arahan direktur silahkan keluar dari rumah sakit.
“Kata-kata seperti itu jelas tidak pantas oleh seorang direktur sebagai pimpinan,” imbuhnya.
Sementara itu, Totot Moenardi menyampaikan, bahwa pihak rumah sakit bukan tidak memberikan uang Jaspel, tapi memang keuangan rumah sakit sedang tidak baik-baik saja, yakni mengalami kerugian sebesar Rp 1,2 miliar.
“Bukan pihak manajemen tidak mengeluarkan Jaspel, tapi memang saat ini pihak rumah sakit sedang mengalami kerugian” ucap Totot saat ditemui diruang kerjanya.
Ia menambahkan, Jaspel itu tidak kami hilangkan, tapi kami harus mengatur dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi keuangan, karena acuan pihaknya adalah Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara karyawan dengan pihak manajemen.
“Kenapa pada bulan ini Jaspel tidak dibagikan, karena pada pasal 12 ayat 6 berbunyi, selain upah rumah sakit dapat memberikan intensif dengan sistem perhitungan yang ditetapkan oleh manajemen dan disesuaikan dengan kemampuan pada saat ini,” katanya. ***
Halaman : 1 2







