Seren Taun Cisungsang tahun ini mengangkat tema “Merawat Prasasti Peradaban Budaya untuk Masa Depan Bangsa.”
Tema tersebut dinilai relevan dengan tantangan masyarakat adat di tengah perkembangan teknologi dan perubahan zaman yang begitu cepat.
Yosep menjelaskan, masyarakat adat Cisungsang memiliki cara tersendiri dalam menjaga identitas budayanya. Mereka tidak serta-merta menutup diri dari perkembangan teknologi, tetapi tetap memilah setiap hal yang dianggap sesuai dengan nilai dan aturan adat.
“Apa yang bisa diambil manfaatnya, mereka ambil, yang dilarang, ya dilarang. Dan itu yang terus masyarakat adat pertahankan,” ujarnya.
Pelaksanaan Seren Taun Cisungsang 2026 juga akan dikemas dengan sejumlah kegiatan yang memperkenalkan berbagai potensi masyarakat adat.
Rangkaian acara akan diisi dengan tradisi leluhur, festival gastronomi yang melibatkan Perempuan Adat, edukasi lingkungan, hingga promosi UMKM lokal.
Kehadiran berbagai kegiatan tersebut diharapkan membuat Seren Taun tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal.
Dengan kembali masuknya Seren Taun Kasepuhan Cisungsang ke KEN 2026, Kabupaten Lebak memiliki momentum untuk memperkuat citra sebagai salah satu daerah di Banten yang memiliki kekayaan budaya dan wisata berbasis kearifan lokal.
Bagi masyarakat Lebak, Seren Taun bukan hanya tentang sebuah perayaan. Di dalamnya terdapat pesan tentang rasa syukur, penghormatan terhadap alam, ketahanan budaya, serta bagaimana warisan leluhur tetap hidup di tengah perubahan zaman. ***
Halaman : 1 2







