Tidak hanya itu, kata Basir Prades juga mengancam akan mengundurkan diri jika tuntutan mereka tidak dipenuhi lantaran prades dan warga sudah tidak nyaman di pimpin kades tersebut.
“Saya sudah sarankan jangan (mengundurkan diri) tapi kalau memaksa silahkan saja, prades tatap bekerja seperti biasa jangan terpancing emosi apalagi sampai mengundurkan diri,” katanya.
“Inikan kaitan dengan hukum, jika prades atau masyarakat memiliki bukti silahkan buat laporan ke aparat penegak hukum baik itu kepolisian maupun ke kejaksaan. Tapi ini kan belum ada bukti,” tuturnya.
Basir menuturkan, untuk pelayanan sendiri dilakukan di rumah prades padahal dirinya sudah mengingatkan prades untuk tetap bekerja di kantor desa semestinya. Sebab, kondisi kantor desa masih utuh dan layak digunakan.
“Untuk saat ini pradesnya belum mundur ini baru ancaman saja. Untuk pelayanan di rumah prades berdasarkan keinginan mereka, padahal saya sudah sarankan tetap di kantor desa karena kantor desa nya kan masih ada, terkecuali kantor desa kebanjiran, kebakaran baru di rumah,” imbuhnya.
Sementara Ketua BPD Kerta, Gilang membenarkan adanya penyegelan yang dilakukan warga. Namun demikian, dirinya mengaku saat terjadi penyegalan yang terjadi Selasa 7 Januari 2025, dirinya tidak tahu persis karena posisinya sedang berada di daerah lain.
“BPD mendapatkan aspirasi masyarakat (soal dugaan penggunaan narkoba dan kepemilikan senpi), dan kami disini hanya sekedar menyampaikan aspirasi masyarakat saja. Tapi kalau kebenarannya belum ada,” katanya. (Abd/Red)
Halaman : 1 2







