DAILYHITS– Di tengah dinginnya malam dan hangatnya cahaya lampu masjid, suara tausiyah Iip Makmur kembali menggema. Pada momentum Isra Miraj tahun ini, Anggota DPRD Provinsi Banten tersebut nyaris tak memiliki waktu jeda.
Dari satu mimbar ke mimbar lainnya, ia memenuhi undangan ceramah yang jumlahnya mencapai 23 titik, tersebar di Kabupaten Lebak, Serang, hingga beberapa wilayah di Jawa Barat.
Bagi sebagian jamaah, kehadiran Iip Makmur bukan sekadar menyimak ceramah keagamaan. Pria yang akrab disapa Abi Zahra ini telah lama dikenal sebagai kiyai sekaligus wakil rakyat yang mudah ditemui dan mau mendengar keluh kesah masyarakat.
Tak jarang, usai acara, warga menghampirinya—bukan hanya untuk bersalaman, tetapi juga menyampaikan aspirasi.
“Ada juga masyarakat yang menyampaikan aspirasi. InsyaAllah kita serap dan akan kita sampaikan ke pemerintah,” ucap Iip dengan nada tenang.
Isra Miraj, bagi Anggota Komisi II DPRD Banten ini, bukan sekadar agenda tahunan yang berlalu begitu saja. Di setiap ceramahnya, ia selalu mengingatkan jamaah tentang makna perjalanan agung Nabi Muhammad SAW sebagai qudwah umat, teladan yang seharusnya terus hidup dalam keseharian kaum muslimin.
“Umat muslim dan muslimat seharusnya bangga dengan perjalanan agung qudwah umat yang senantiasa kita ingat,” tutur Iip Makmur melalui pesan WhatsApp, Jumat (16/1/2026).
Lebih dari itu, ia menekankan bahwa peringatan Isra Miraj sejatinya adalah pengingat tentang kewajiban sholat lima waktu—ibadah yang menjadi tiang kehidupan seorang muslim. Menurutnya, esensi Isra Miraj justru terletak pada bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an diterapkan dalam sikap, perilaku, dan cara hidup bermasyarakat.
“Jangan sampai Isra Miraj hanya menjadi seremonial. Yang terpenting adalah bagaimana kita mengimplementasikan sholat lima waktu dan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Di sela-sela kesibukannya berpindah dari satu majelis ke majelis lain, Iip berharap momentum Isra Miraj mampu membawa perubahan nyata. Bukan hanya memperbaiki hubungan manusia dengan Sang Pencipta, tetapi juga memperbaiki kehidupan di berbagai aspek sebagai bukti dari ibadah yang dijalankan dengan sungguh-sungguh.
“Semoga momentum ini dapat mempertebal keimanan dan taat atas perintah Allah agar mendapat Ridho Nya demi menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat,”imbuhnya.
Dari mimbar masjid hingga ruang-ruang aspirasi rakyat, perjalanan Iip Makmur di momentum Isra Miraj seolah menjadi cerminan bagaimana dakwah, ibadah, dan pengabdian dapat berjalan beriringan. ***








