Duh, Pemerintah Kewalahan Tangani Sampah di Kabupaten Lebak

- Penulis

Selasa, 19 Mei 2026 - 09:42

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO ILUSTRASI. Angkutan sampah. (Net)

FOTO ILUSTRASI. Angkutan sampah. (Net)

DAILYHITS – Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak menghadapi sejumlah persoalan serius dalam pengelolaan sampah, mulai dari keterbatasan armada, membengkaknya biaya operasional bahan bakar minyak (BBM), hingga rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.

Kepala DLH Kabupaten Lebak, Irvan Suyatupika, mengatakan persoalan sampah masih menjadi tantangan terbesar yang dihadapi pihaknya. Hal itu disampaikan saat audiensi bersama pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lebak, Selasa (19/5/2026).

“Persoalan paling berat itu sampah. Selama masyarakat masih membuang sampah sembarangan, penanganannya akan sulit,” kata Irvan kepada awak media.

Baca Juga :  Muhibbin Soroti CKG, Jangan Berhenti di Angka, Warga Sakit Harus Dapat Pengobatan

Ia menjelaskan, DLH saat ini hanya memiliki satu unit kendaraan tim saber kebersihan yang bertugas membersihkan titik-titik rawan sampah di wilayah perkotaan.

Di sisi lain, biaya operasional pengangkutan sampah juga mengalami lonjakan signifikan akibat perubahan penggunaan BBM dari biosolar ke BBM non-subsidi.

“Dulu biaya BBM sekitar Rp90 juta per bulan. Sekarang bisa mencapai Rp200 juta per bulan,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Lebak Belajar Pengelolaan Geopark dan Desa Wisata ke Yogyakarta

Menurut Irvan, kendaraan pengangkut sampah seharusnya mendapat pengecualian penggunaan BBM subsidi sesuai surat edaran Kementerian ESDM. Namun, proses pengurusan barcode BBM hingga kini masih mengalami kendala.

“Sudah hampir sebulan kami urus barcode, tetapi sering ditolak,” katanya.

Irvan mengungkapkan, produksi sampah di Kabupaten Lebak diperkirakan mencapai 600 ton per hari. Namun, jumlah sampah yang mampu diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) baru sekitar 250 ton per hari.

“Sisanya dibakar, dipendam, atau dibuang sembarangan,” ungkapnya.

Berita Terkait

GPPMI Pasang Badan Kawal Kapolri-Wakapolri Jalankan Asta Cita Prabowo-Gibran
26 Tahun Banten, DPRD Dorong Pembangunan Tak Sekadar Tumbuh, tapi Berdampak
Keren! Sekretariat DPRD Banten Kini Punya E-Setwan untuk Pelayanan Digital
Deklarasi Dini atau Sinyal Politik?
Agil Zulfikar Resmi Jadi Ketua HKTI Lebak, Bawa Misi Swasembada Pangan
Kadin Banten Buka Strategi UMKM Naik Kelas
Andra Soni Serahkan SK, M Agil Zulfikar Resmi Pegang Kendali Gerindra Lebak
Dinkes Banten Perkuat Deteksi dan Penanganan TBC Lewat Cek Kesehatan Gratis

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:32

GPPMI Pasang Badan Kawal Kapolri-Wakapolri Jalankan Asta Cita Prabowo-Gibran

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:39

26 Tahun Banten, DPRD Dorong Pembangunan Tak Sekadar Tumbuh, tapi Berdampak

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:31

Keren! Sekretariat DPRD Banten Kini Punya E-Setwan untuk Pelayanan Digital

Senin, 28 September 2026 - 21:03

Deklarasi Dini atau Sinyal Politik?

Sabtu, 26 September 2026 - 17:29

Agil Zulfikar Resmi Jadi Ketua HKTI Lebak, Bawa Misi Swasembada Pangan

Berita Terbaru

Mastur Huda. (Dok. Pribadi)

OPINI

Deklarasi Dini atau Sinyal Politik?

Senin, 28 Sep 2026 - 21:03