Duh, Pemerintah Kewalahan Tangani Sampah di Kabupaten Lebak

- Penulis

Selasa, 19 Mei 2026 - 09:42

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO ILUSTRASI. Angkutan sampah. (Net)

FOTO ILUSTRASI. Angkutan sampah. (Net)

Keterbatasan armada disebut menjadi salah satu penyebab belum optimalnya pelayanan pengangkutan sampah. Saat ini, DLH Lebak hanya memiliki 16 unit dump truck dan dua unit mobil pick up untuk melayani wilayah Kabupaten Lebak.

“Dengan armada yang ada, kami baru bisa melayani sekitar 11 kecamatan,” jelas Irvan.

Ia menambahkan, volume sampah juga terus bertambah seiring munculnya limbah dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain persoalan armada dan anggaran, DLH juga menyoroti rendahnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah. Menurut Irvan, masih banyak toko, pasar, dan kawasan permukiman yang tidak menyediakan tempat sampah.

Baca Juga :  Kader dan Pengurus Demokrat Lebak Ramai-ramai Datangi PN Rangkasbitung, Ada Apa?

Akibatnya, sampah kerap menumpuk di trotoar, saluran air, hingga pinggir jalan.

“Kalau telat diangkut lalu hujan, sampah masuk ke saluran air. Ketika banjir, DLH yang disalahkan,” ujarnya.

DLH bersama Pemerintah Kabupaten Lebak telah mengeluarkan sejumlah surat edaran terkait pengelolaan sampah, termasuk kewajiban penyediaan tempat sampah di toko serta imbauan pengolahan sampah mandiri bagi ASN dan PPPK.

Baca Juga :  Penerimaan CPNS Kabupaten Lebak Telah Dibuka, Ini 84 Formasi Lengkapnya

“Pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah. Sampah organik bisa dijadikan kompos, sedangkan sampah anorganik baru dibuang ke TPA,” katanya.

Irvan juga menyoroti minimnya anggaran pengelolaan lingkungan hidup di Kabupaten Lebak. Berdasarkan regulasi Kementerian Lingkungan Hidup, anggaran pengelolaan sampah idealnya mencapai 3 persen dari APBD.

“Sekarang anggaran DLH baru sekitar 0,3 persen dari APBD. Itu sebabnya penanganan sampah belum maksimal,” pungkasnya. ***

Berita Terkait

Polda Banten dan Polres Lebak Kompak Hijaukan Daerah, 1.000 Pohon Ditanam
Orang Desa Tidak Butuh Dolar: Jalan Kemandirian Pangan dari Leuit Banten untuk Indonesia
Temu Sapa Polsek Cikande Bersama Insa Pers, Bahas Persoalan Keamanan
PERADI Semakin Kokoh, 222 Advokat Baru Resmi Bergabung di Banten
Menyambung Rasa Lewat Napak Tilas, Srawung Roso 2026 Siap Digelar di Wonogiri
BPIP Dorong DPPI Lebak Jadi Agen Perubahan dan Penggerak Wawasan Kebangsaan
PGMI Bakal Bermalam di Baduy: Tebar Bantuan Sekaligus Edukasi Budaya
HUT Ke – 24, PKS Banten Luncurkan Program Lumbung Pangan

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:46

Polda Banten dan Polres Lebak Kompak Hijaukan Daerah, 1.000 Pohon Ditanam

Selasa, 19 Mei 2026 - 09:42

Duh, Pemerintah Kewalahan Tangani Sampah di Kabupaten Lebak

Selasa, 19 Mei 2026 - 09:13

Orang Desa Tidak Butuh Dolar: Jalan Kemandirian Pangan dari Leuit Banten untuk Indonesia

Senin, 18 Mei 2026 - 21:43

Temu Sapa Polsek Cikande Bersama Insa Pers, Bahas Persoalan Keamanan

Minggu, 17 Mei 2026 - 07:29

PERADI Semakin Kokoh, 222 Advokat Baru Resmi Bergabung di Banten

Berita Terbaru

FOTO ILUSTRASI. Angkutan sampah. (Net)

Berita Terbaru

Duh, Pemerintah Kewalahan Tangani Sampah di Kabupaten Lebak

Selasa, 19 Mei 2026 - 09:42