Ahli Bongkar Penyebab Pertalite Lebih Boros, Simak!

- Penulis

Jumat, 30 September 2022 - 19:30

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO ILUSTRASI Pertalite. (Pojok Bogor)

FOTO ILUSTRASI Pertalite. (Pojok Bogor)

Jakarta- Masyarakat Indonesia belakangan ini dihebohkan dengan kabar Pertalite lebih boros setelah mengalami kenaikan harga.

Ya, pemerintah resmi menaikan harga salah satu bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi itu menjadi Rp10 ribu per liter.

Dikutip Dailyhits dari Otomotifnet, Ahli Konversi Energi Fakultas Teknik dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (ITB), Tri Yuswidjajanto Zaenuri bongkar beberapa dugaan penyebabnya.

“Tak sedikit kebiasaan pemilik kendaraan beli bensin berdasarkan nominal Rupiah, bukan literan,” kata Pak Yus, sapaan akrabnya.

Secara tak sadar, kenaikan harga Pertalite dengan pembelian nominal yang sama tentu mengurangi jumlah literan yang didapat.

Baca Juga :  Menyentuh Desa Tertinggal: PKK Banten Jemput Bola Bina Kader di Kaki Gunung Mancak

Sebelumnya Pertalite dijual Rp 7.650/liter yang sekarang menjadi Rp 10.000/liter.

Semisal biasanya beli Rp 100 ribu dapat 13,07 liter, sekarang hanya 10 liter. Ya, hal itu juga menjadi pemicu kenapa saat ini Pertalite disebut lebih boros.

“Karena lebih sedikit dapatnya jadi penggunaan Pertalite terasa lebih boros dari segi jarak tempuh yang bisa dicapai,” ujar Pak Yus.

Jauh lebih dalam, Pak Yus mengatakan jika Pertalite jadi lebih boros bisa karena BBM itu sendiri. Salah satu faktor yang berpengaruh perubahan kandungan nilai kalor di dalamnya.

Baca Juga :  Diskoumperindag Serang Latih Puluhan Warga, Kembangkan Kerajinan Handmade

“Nilai kalor menentukan besaran energi densitas per liter yang dihasilkan dari massa jenis bahan bakar,” terang Pak Yus.

Nilai kalor bisa berubah dari proses pengolahan minyak mentah di kilang menjadi nafta.

Dalam pembuatan bahan bakar, nafta yang dihasilkan terkadang bisa tinggi atau bisa rendah bergantung dari kualitas minyak mentah.

Berita Terkait

Program ‘bjb Siap’ Solusi Persiapan Dana Pensiun
Banten Perketat Pengawasan Harga Pangan Menjelang Nataru 2025-2026
Lebak Jadi Magnet Investor, Realisasi Investasi Hampir Sentuh Rp1 Triliun
Airlangga Hartarto: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh
MADU: MAN 2 Serang Punya Identitas Baru dari Budidaya Lebah Teuweul
Menyentuh Desa Tertinggal: PKK Banten Jemput Bola Bina Kader di Kaki Gunung Mancak
Bupati Serang Dorong Mekanisasi Pertanian, Kejar Target Tanam Padi Untuk Ketahanan Pangan
Diskoumperindag Serang Distribusikan 850 Dus Minyak dan Sembako ke Pulau Tunda

Berita Terkait

Selasa, 16 Desember 2025 - 14:50

Program ‘bjb Siap’ Solusi Persiapan Dana Pensiun

Sabtu, 13 Desember 2025 - 12:17

Banten Perketat Pengawasan Harga Pangan Menjelang Nataru 2025-2026

Jumat, 12 Desember 2025 - 11:02

Lebak Jadi Magnet Investor, Realisasi Investasi Hampir Sentuh Rp1 Triliun

Kamis, 30 Oktober 2025 - 19:27

Airlangga Hartarto: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh

Kamis, 2 Oktober 2025 - 02:36

MADU: MAN 2 Serang Punya Identitas Baru dari Budidaya Lebah Teuweul

Berita Terbaru

Humaniora

Srawung Roso 2026, Begini Cara Daftarnya!

Senin, 1 Jun 2026 - 10:58

Advertorial

Pimpinan DPRD Banten Ucapkan Hari Lahir Pancasila 2026

Senin, 1 Jun 2026 - 08:09

Ucapan Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026, KORPRI Kabupaten Lebak. (DAILYHITS)

Advertorial

Selamat Hari Lahir Pancasila 2026

Minggu, 31 Mei 2026 - 22:02