DAILYHITS.ID – MAN 2 Serang kini memiliki identitas baru dengan sebutan MADU: MAN DUA Serang. Identitas tersebut lahir dari program budidaya lebah Teuweul (Trigona) yang digagas kelompok mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN SMH Banten.
Program kewirausahaan sekaligus ekologi ini resmi diluncurkan pada Senin, 29 September 2025, oleh Kelompok 04 Program PLP Integratif FTK UIN SMH Banten 2025 yang dipimpin Farid Rachman Naufal.
Peluncuran ditandai dengan penempatan koloni lebah Teuweul di lingkungan madrasah. Budidaya lebah tanpa sengat itu dipilih karena dinilai sesuai dengan kondisi MAN 2 Serang yang rindang dan ramah ekologi.
Selain menghasilkan madu bernilai jual, program ini bertujuan memperkuat branding sekolah serta memberi pengalaman edukatif langsung kepada siswa mengenai ekosistem lebah dan pengelolaan kewirausahaan sederhana.
Farid menjelaskan, inisiatif ini mencakup instalasi sarang lebah (stup) di area sekolah, pelatihan intensif mengenai perawatan koloni, hingga perencanaan panen.
“Kami berharap program ini menjadi warisan berkelanjutan yang memberikan manfaat langsung bagi siswa, sekolah, maupun lingkungan sekitar,” ujar Farid.
Inovasi mahasiswa UIN Banten ini mendapat sambutan positif dari pihak madrasah.
Kepala MAN 2 Serang, Mohamad Iqbal, menilai program tersebut bukan hanya sekadar simbol.
“Budidaya lebah madu ini bukan hanya program simbolik, tapi juga sarana belajar nyata bagi siswa tentang ekologi, kewirausahaan, sekaligus penguatan identitas sekolah. Kata Iqbal
Ia mendukung program bididaya madu ini semoga kedepanya bisa berkepnjangan.
“Kami mendukung penuh agar program ini dapat terus berkelanjutan,”pungkas Iqbal.***








