Dalam pembicaraannya, Muhibin mendorong evaluasi menyeluruh terhadap pegawai Puskesmas, khususnya di Kecamatan Pontang, disertai pembinaan konkret terhadap SDM yang ada.
“Puskesmas adalah mitra kerja Komisi 2 DPRD. Saya akan berkoordinasi dengan Komisi 2, khususnya Fraksi Gerindra Pak H. Husein, dan Ketua Komisi Pak Basit, agar dilakukan pemanggilan serta evaluasi bersama terkait temuan ini,” tambahnya.
Muhibin memastikan pihaknya akan melakukan klarifikasi dan investigasi untuk mengetahui duduk perkara sebenarnya.
“Saya juga memohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat akibat ketidaknyamanan layanan di Puskesmas Pontang,” pungkasnya
Sebelumnya, Kepala Puskesmas Pontang, dr. Bahrum Rangkuti, membenarkan insiden itu namun memberikan klarifikasi.
Menurutnya, pasien datang sekitar pukul 05.30 WIB, setelah sebelumnya sempat ke Puskesmas Tanara.
“Pasien langsung ditangani dengan pemeriksaan suhu yang menunjukkan 39 derajat Celsius, bukan 40. Bapaknya mungkin panik. Kami beri resep obat untuk dibeli di luar karena obat lewat anus tidak tersedia di FKPT 1 sesuai aturan,” jelas Bahrum.***
Halaman : 1 2







