Kapolda Banten Gigit Jari! Argentina Tumbang 0-1 dari Spanyol di Final Piala Dunia 2026

- Penulis

Senin, 20 Juli 2026 - 07:19

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolada Banten, Irjen Pol Hengki, memberikan keterangan kepada pers, (Dok)

Kapolada Banten, Irjen Pol Hengki, memberikan keterangan kepada pers, (Dok)

DAILYHITS.ID – Suasana nobar Final Piala Dunia FIFA 2026 di Aula Gawe Kita Baluarti Polda Banten sempat dipenuhi sorak-sorai.

Namun, raut wajah Kapolda Banten Irjen Pol Hengki tampak berubah setelah tim favoritnya, Argentina, kalah dari Spanyol dengan skor tipis 0-1.

Meski tim kesayangannya kalah, Irjen Hengki mengaku tetap menerima hasil pertandingan dengan lapang dada.

Ia mengaku, dalam sepak bola menang dan kalah merupakan hal yang lumrah.

“Ya namanya pertandingan, ada menang dan ada kalah. Biasa itu,” kata Hengki usai mengikuti nonton bareng final Piala Dunia 2026.

Baca Juga :  Dua Rumah Mantan Kepala Kantor BPN Lebak Disegel, Lokasinya di Kawasan Modern

Hengki, justru memberikan apresiasi terhadap penampilan lini belakang Argentina yang mampu meredam gempuran Spanyol sepanjang waktu normal.

Hingga peluit panjang 2×45 menit dibunyikan, kedua tim masih bermain Sengit, Nmun Argentina ditekan pertahamamya meski tanpa gol, sehingga laga berlanjut ke babak tambahan waktu.

Berdasarkan jalannya pertandingan, Spanyol tampil lebih dominan dengan penguasaan bola sekitar 66 persen, sedangkan Argentina hanya menguasai 33 persen. Meski terus ditekan, pertahanan Argentina mampu bertahan hingga memasuki babak extra time.

Baca Juga :  Merawat Tradisi, Warga Cikamunding Ramai-ramai Ikut 'Gaur Lauk' di Kawasan Situ Bersejarah

Gol kemenangan Spanyol akhirnya lahir pada babak tambahan waktu melalui F. Torres. Gol tersebut memastikan Argentina harus menyerah 0-1 di partai puncak.

Hengki mengaku, salah satu penyebab kekalahan Argentina adalah kartu merah yang diterima salah satu pemain sehingga timnya harus bermain dengan 10 orang.

“Karena ada satu pemain yang terkena kartu merah, akhirnya Argentina agak kewalahan menghadapi Spanyol,” ujarnya Usai Nobar laga Piala Dunia, Senin (20/7/2026).

Editor : Engkos Kosasih

Berita Terkait

Teken MoU, Bawaslu Lebak dan DP3AP2KB Perkuat Pencegahan Kekerasan Seksual
300 Massa AKAMSI Geruduk ATR/BPN, Desak HGB 70-71 Sanur Tak Diperpanjang
Museum Multatuli: Belajar Sejarah dengan Cara Seru
RDF Indah Kiat Berkapasitas 8.100 Ton, Wamenko: Harus Dimanfaatkan Atasi Sampah Serang
Kabar baik! Masyarakat Kini Tak Mesti ke Dukcapil, Layanan Adminduk Sudah Ada di Desa
Pupuk dan Ketahanan Pangan: Mata Rantai yang Tak Boleh Terputus
Herfio Zaki Jadi Dirreskrimum Polda Banten, Jasa Raharja Muda Beri Apresiasi
Seren Taun Cisungsang Kembali Tembus KEN 2026

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 19:01

Teken MoU, Bawaslu Lebak dan DP3AP2KB Perkuat Pencegahan Kekerasan Seksual

Rabu, 2 September 2026 - 23:00

300 Massa AKAMSI Geruduk ATR/BPN, Desak HGB 70-71 Sanur Tak Diperpanjang

Rabu, 2 September 2026 - 20:20

Museum Multatuli: Belajar Sejarah dengan Cara Seru

Rabu, 2 September 2026 - 13:22

RDF Indah Kiat Berkapasitas 8.100 Ton, Wamenko: Harus Dimanfaatkan Atasi Sampah Serang

Selasa, 1 September 2026 - 22:40

Pupuk dan Ketahanan Pangan: Mata Rantai yang Tak Boleh Terputus

Berita Terbaru

Advertorial

Selamat Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia

Rabu, 2 Sep 2026 - 11:45