DAILYHITS.ID – Suasana nobar Final Piala Dunia FIFA 2026 di Aula Gawe Kita Baluarti Polda Banten sempat dipenuhi sorak-sorai.
Namun, raut wajah Kapolda Banten Irjen Pol Hengki tampak berubah setelah tim favoritnya, Argentina, kalah dari Spanyol dengan skor tipis 0-1.
Meski tim kesayangannya kalah, Irjen Hengki mengaku tetap menerima hasil pertandingan dengan lapang dada.
Ia mengaku, dalam sepak bola menang dan kalah merupakan hal yang lumrah.
“Ya namanya pertandingan, ada menang dan ada kalah. Biasa itu,” kata Hengki usai mengikuti nonton bareng final Piala Dunia 2026.
Hengki, justru memberikan apresiasi terhadap penampilan lini belakang Argentina yang mampu meredam gempuran Spanyol sepanjang waktu normal.
Hingga peluit panjang 2×45 menit dibunyikan, kedua tim masih bermain Sengit, Nmun Argentina ditekan pertahamamya meski tanpa gol, sehingga laga berlanjut ke babak tambahan waktu.
Berdasarkan jalannya pertandingan, Spanyol tampil lebih dominan dengan penguasaan bola sekitar 66 persen, sedangkan Argentina hanya menguasai 33 persen. Meski terus ditekan, pertahanan Argentina mampu bertahan hingga memasuki babak extra time.
Gol kemenangan Spanyol akhirnya lahir pada babak tambahan waktu melalui F. Torres. Gol tersebut memastikan Argentina harus menyerah 0-1 di partai puncak.
Hengki mengaku, salah satu penyebab kekalahan Argentina adalah kartu merah yang diterima salah satu pemain sehingga timnya harus bermain dengan 10 orang.
“Karena ada satu pemain yang terkena kartu merah, akhirnya Argentina agak kewalahan menghadapi Spanyol,” ujarnya Usai Nobar laga Piala Dunia, Senin (20/7/2026).
Editor : Engkos Kosasih
Halaman : 1 2 Selanjutnya







