Saat ini Susilawati memiliki 4 orang karyawan yang sudah bekerja rutin dalam pembuatan emping melinjo.
Proses pembuatannya juga dilakukan dengan telaten mulai dari bahan hingga menjadi produk siap jual.
Susilawati mengungkapkan bisa mendapatkan bahan baku dari para tengkulak yang tersebar di Kabupaten Lebak.
Dalam sekali kirim, dia mendapatkan 20 sampai 50 kilogram bahan baku pembuatan emping melinjo.
“Kalau menghitung omzet sebulan itu bisa mencapai Rp10 juta, itu juga masih kotor kita juga harus bayar biaya produksi dan karyawan,” katanya.
Kata Susilawati, usaha yang digelutinya ini tak melulu mulus. Dia juga kerap kali menemui beberapa kendala dalam proses pembuatan emping melinjo.
“Kendalanya itu di cuaca, kalau gak mendukung mendung seharian kita harus menjemur di lain waktu,” ucapnya.
Pengiriman emping melinjo yang dilakukan oleh Susilawati dari wilayah Banten dan juga ke luar kota seperti DKI Jakarta dan sekitarnya.
Halaman : 1 2







