BUMDes Cibojong Jadi Pilot Project, Bupati Arahkan Desa Kembangkan Usaha Unggulan

- Penulis

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:05

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati serang, Ratu Rachmatuzakiyah, Menghadiri Panen Raya Selada Hidroponik Milik BUMDes, Bumi Lestari Sejahtera di Desa Cibojong, Kecamatan Padarincang, Rabu (11/2/) Doc: Dailyhits

Bupati serang, Ratu Rachmatuzakiyah, Menghadiri Panen Raya Selada Hidroponik Milik BUMDes, Bumi Lestari Sejahtera di Desa Cibojong, Kecamatan Padarincang, Rabu (11/2/) Doc: Dailyhits

DAILYHITS.ID – Pemerintah Kabupaten Serang mendorong setiap desa mengembangkan potensi unggulannya masing-masing guna memperkuat ekonomi lokal sekaligus mendukung kebutuhan pangan daerah.

Langkah ini ditandai dengan peresmian green house dan panen perdana selada hidroponik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bumi Lestari Sejahtera di Desa Cibojong, Kecamatan Padarincang, Rabu (11/2/2026).

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menegaskan, keberhasilan BUMDes Cibojong akan dijadikan pilot project bagi desa-desa lain di Kabupaten Serang.

“Saya mengapresiasi BUMDes yang telah menggerakkan masyarakat untuk mengembangkan usaha hidroponik. Ini bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain untuk menggali dan mengembangkan potensi yang dimiliki,” ujar Zakiyah.

Menurut dia, penguatan ekonomi desa perlu dilakukan dengan pendekatan berbasis potensi lokal. Setiap wilayah didorong memiliki keunggulan spesifik, seperti desa sayuran, desa ayam petelur, desa perikanan lele, hingga desa wisata atau pertanian modern.

“Setiap desa harus menemukan potensinya. Misalnya Desa Bojong fokus pada sayuran hidroponik, ada desa yang khusus ayam petelur, ada yang perikanan lele. Dengan begitu, kebutuhan pangan bisa dipasok langsung dari desa,” katanya.

Baca Juga :  Ganjar Pranowo di Atas Angin, PDIP Bisa Menang Pilpres 2024

Zakiyah menjelaskan, pengembangan potensi desa juga diarahkan untuk mendukung kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang jumlahnya terus bertambah di wilayah Padarincang. Saat ini terdapat sekitar 12 SPPG yang membutuhkan pasokan bahan pangan secara berkelanjutan.

“Nanti saya akan sampaikan kepada kepala-kepala SPPG agar mengambil kebutuhan sayuran dari desa-desa yang sudah memiliki produksinya. Ini akan menciptakan ekosistem ekonomi desa yang saling mendukung,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat desa untuk terus berinovasi dan tidak ragu mengembangkan usaha produktif.

“Jangan malu menjadi orang desa. Dari desa, oleh desa, dan untuk desa. Kalau potensi digali dan gotong royong berjalan, saya yakin kesejahteraan masyarakat akan meningkat,” kata Zakiyah.

Direktur BUMDes Bumi Lestari Sejahtera, Ikmaludin, mengatakan pengembangan selada hidroponik merupakan bagian dari komitmen mewujudkan ketahanan pangan di tingkat desa sekaligus membuka ruang inovasi pertanian modern.

Baca Juga :  Suasana Haru Selimuti Audiensi Warga Cibetus dengan Bupati Serang

Menurut dia, pengelolaan BUMDes yang didominasi generasi milenial mendorong pemanfaatan teknologi dalam sektor pertanian.

“Kami ingin menjadikan BUMDes ini sebagai laboratorium pembelajaran bagi anak muda agar regenerasi petani tetap berjalan. Bertani sekarang tidak selalu identik dengan cara konvensional, tetapi bisa dilakukan dengan teknologi dan sistem yang lebih modern,” ujarnya.

Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak gengsi terjun di sektor pertanian karena kebutuhan pangan akan selalu menjadi kebutuhan utama masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten Daerah II, kepala organisasi perangkat daerah terkait, serta unsur Muspika Kecamatan Padarincang.

Pemerintah daerah berharap model pengembangan BUMDes berbasis potensi lokal dapat direplikasi di 29 kecamatan sebagai langkah memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi desa.***

Editor : Engkos Kosasih

Sumber Berita: Dailyhits.id

Berita Terkait

Rp55,47 Miliar Belanja Tenaga Ahli Disorot, Pergub SHS Banten Perluas Rekening 0029 untuk Honor Lembaga
Teken MoU, Bawaslu Lebak dan DP3AP2KB Perkuat Pencegahan Kekerasan Seksual
300 Massa AKAMSI Geruduk ATR/BPN, Desak HGB 70-71 Sanur Tak Diperpanjang
Museum Multatuli: Belajar Sejarah dengan Cara Seru
RDF Indah Kiat Berkapasitas 8.100 Ton, Wamenko: Harus Dimanfaatkan Atasi Sampah Serang
Kabar baik! Masyarakat Kini Tak Mesti ke Dukcapil, Layanan Adminduk Sudah Ada di Desa
Pupuk dan Ketahanan Pangan: Mata Rantai yang Tak Boleh Terputus
Herfio Zaki Jadi Dirreskrimum Polda Banten, Jasa Raharja Muda Beri Apresiasi

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 16:11

Rp55,47 Miliar Belanja Tenaga Ahli Disorot, Pergub SHS Banten Perluas Rekening 0029 untuk Honor Lembaga

Kamis, 3 September 2026 - 19:01

Teken MoU, Bawaslu Lebak dan DP3AP2KB Perkuat Pencegahan Kekerasan Seksual

Rabu, 2 September 2026 - 23:00

300 Massa AKAMSI Geruduk ATR/BPN, Desak HGB 70-71 Sanur Tak Diperpanjang

Rabu, 2 September 2026 - 20:20

Museum Multatuli: Belajar Sejarah dengan Cara Seru

Rabu, 2 September 2026 - 13:22

RDF Indah Kiat Berkapasitas 8.100 Ton, Wamenko: Harus Dimanfaatkan Atasi Sampah Serang

Berita Terbaru