“Kami juga bangga sudah memiliki pemimpin yakni ibu Bupati. Ibu Bupati ini merupakan Bupati yang sangat toleran, karena selama ini kita umar kristiani bisa selalu melaksanakan Natal di gereja masing-masing secara aman dan nyaman,” tambahnya.
Sementara Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengatakan, Kabupaten Lebak merupakan daerah inklusif, terbuka dan toleran antar sesama umat bergama.
Menurut dia, isu di media sosial soal bupati intoleran amatlah tidak benar. Kabar itu, justru menjadi sebuah tantangan bagi dia untuk
terus memperkokoh kebersamaan dan bersama-sama memajukan Kabupaten Lebak.
“Kita memang bukan saudara dalam iman, tapi kita adalah saudara dalam kemanusiaan. Dan ini adalah bentuk toleransi kita,”kata Iti.
“Saya berharap isu kemarin dapat memperkokoh kita. Semoga semangat natal ini bisa menjadi semangat persatuan dalam membangun Kabupaten Lebak,” sambung dia.
Halaman : 1 2







