DAILYHITS.ID – Di tengah hiruk-piuk birokrasi di kabupaten serang, kepemimpinan yang di tunjukan Bupati dan Wakil Bupati serang, zakiyah-Najib, dinilai menandai kembalinya model pemerintahan yang responsif dan komunikatif.
Penilaian itu datang dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Generasi Muda Mathla’ul Anwar (GEMA MA) Provinsi Banten dalam catatan akhir tahun mereka.
Ketua DPW GEMA MA Banten, Apt. Irwandi Suherman, menyampaikan, Dalam tujuh bulan pertama masa jabatan Zakiyah–Najib, pemerintah Kabupaten Serang menunjukkan perubahan nyata, terutama dalam merespons kebutuhan dan keluhan masyarakat.
“Baru tujuh bulan berjalan, tapi geliat perubahan sudah terasa. Yang pertama tentu dirasakan ASN. Pada 100 hari pertama kepemimpinan Ibu Zakiyah, TPP dibayarkan tepat waktu, gaji tidak lagi telat. ASN tersenyum,” kata Irwandi usai pengajian akhir tahun di Sekretariat GEMA MA Kota Serang Tertuang Dalam tulisan, Minggu (21/12/2025).

Menurut Irwandi, indikator utama kepemimpinan yang kuat bukan sekadar program besar, melainkan kepekaan dan kecepatan dalam menyelesaikan persoalan rakyat. Ia menilai pemerintahan Zakiyah–Najib menunjukkan keseriusan dalam merawat tradisi kepemimpinan tersebut.
“Menyambut tahun baru, Pemkab Serang memperlihatkan komitmen pada kepemimpinan yang responsif. Keluhan masyarakat, dari yang strategis sampai teknis, ditanggapi dengan serius,” ujarnya.
“Ini bukan sekadar menyelesaikan masalah, tapi membangun kepercayaan publik,” tambahnya.
Ia mencontohkan respons pemerintah daerah terhadap aspirasi buruh. Saat muncul tuntutan dari kelompok pekerja, Bupati Ratu Zakiyah disebut langsung mengirim surat kepada Presiden agar suara buruh Kabupaten Serang didengar di tingkat nasional.
“Itu bukan sikap reaktif, tapi proaktif, Ada keberpihakan dan keberanian membawa aspirasi rakyat ke pusat kekuasaan,” katanya.
Selain itu, Irwandi menyoroti langkah aktif Bupati Serang yang intens melakukan advokasi ke berbagai kementerian di Jakarta.
Upaya tersebut dinilai sebagai strategi membuka akses program nasional agar Kabupaten Serang tidak tertinggal dalam pembangunan.
“Dalam tujuh bulan ini, Ibu Bupati aktif mendatangi kementerian untuk memperjuangkan program strategis bagi daerah. Ini kerja sunyi tapi berdampak besar,” tuturnya.
Di tingkat desa, GEMA MA juga mencatat aktivasi kembali koperasi desa sebagai penggerak ekonomi rakyat. Beberapa koperasi bahkan disebut mulai menjadi percontohan.
“Penguatan koperasi desa adalah fondasi ekonomi kerakyatan. Ini langkah konkret yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat bawah,” ucapnya.
Responsivitas kepemimpinan juga terlihat dari peran Wakil Bupati Najib Hamas yang dinilai sigap menanggapi laporan warga melalui media sosial. Persoalan teknis pelayanan dasar, seperti fasilitas puskesmas, disebut langsung ditindaklanjuti.
“Ada laporan pintu toilet puskesmas rusak, ada pengunjung kehilangan sepatu, itu langsung direspons. Pemimpin hadir, mendengar, dan bertindak,” ujar Irwandi.
GEMA MA Banten secara khusus mengapresiasi capaian pemerintah daerah dalam komunikasi publik, keterbukaan informasi, serta kecepatan merespons aspirasi warga.
Irwandi berharap pola kepemimpinan ini tidak berhenti sebagai pencitraan awal, tetapi menjadi budaya pemerintahan yang berkelanjutan.
“Kami melihat ini sebagai fondasi penting bagi tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan dekat dengan rakyat. Responsivitas adalah kunci kepercayaan publik,” katanya.
Ia menutup dengan harapan agar pemerintah Kabupaten Serang konsisten menjaga komunikasi dua arah dengan masyarakat.
“Ini modal awal yang baik untuk pemerintahan yang inklusif dan berpihak pada rakyat,” pungkasnya.***





