“Kami berharap semakin banyak perempuan yang sadar pentingnya deteksi dini, sehingga angka kematian akibat kanker serviks dapat ditekan,” tambah Ati.
Program ini juga didukung oleh berbagai pihak, termasuk organisasi perempuan dan kader kesehatan. Edukasi terus digencarkan melalui sosialisasi di berbagai komunitas dan media sosial.
Selain tes, peserta juga akan mendapat edukasi tentang pola hidup sehat dan pentingnya vaksinasi HPV sebagai langkah perlindungan tambahan.
Siapa yang Dianjurkan untuk Skrining?
Program skrining ini diutamakan bagi:
– Perempuan usia 30–50 tahun, baik yang sudah menikah maupun pernah aktif secara seksual.
– Mereka yang belum pernah menjalani tes Pap Smear atau belum melakukan skrining dalam 5 tahun terakhir.
Untuk mengikutinya, warga hanya perlu mendatangi puskesmas terdekat dan mendaftar. Ati Pramudji menekankan bahwa tes ini dianjurkan untuk dilakukan secara berkala sesuai anjuran tenaga kesehatan.
“Kesehatan reproduksi adalah investasi masa depan. Dengan melakukan tes HPV DNA secara rutin, perempuan dapat melindungi diri sekaligus keluarganya,” tutup Ati. (ADV)
Halaman : 1 2







