“Tapi memang kondisi tol nya belum tembus. Betul, jalan yang amblas ini berada di atas, kalau tol di bawah. Tapi kondisinya belum tembus, jadi belum bisa disebut melintang,”katanya.
Dia juga menduga amblasnya tanah karena faktor kontur. Di mana, di bagian kanan jalan dahulunya merupakan danau.
“Kalau kasat mata ya itu bisa jadi karena kontur tanah. Kan sebelah kanannya dulu itu danau jadi karena kondisi banyak air jadilah begitu. Bukan longsor, tapi amblas karena itu patah di tengah,”tuturnya.
Meski demikian, lanjut Febby, berdasarkan hasil musyawarah dengan PT. Wika akan melakukan perbaikan atau pembangunan ulang jalan yang diprediksi memakan waktu 5-7 hari.
“Itu kan jalan aktif ya. Hasil musyawarah PT. Wika akan membangun jalan lagi ngga jauh dari lokasi. Sementara warga bisa menggunakan akses sementara yang tersedia, memang kecil kondisinya,”tandasnya.
Hingga berita ini publish Dailyhits masih mengupayakan konfirmasi dari PT. Wika. (Abd/red)
Halaman : 1 2







