“Kami juga berharap transparansi terus diperkuat dalam setiap penerimaan dan realisasi penyaluran dana, sehingga masyarakat bisa memantau secara langsung dan merasa yakin bahwa dana yang disalurkan benar-benar tepat sasaran,” katanya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Lebak, KH. Wawan Gunawan, mengatakan potensi penghimpunan zakat dari sektor jasa dan pendapatan profesional di Kabupaten Lebak masih sangat besar dan perlu dioptimalkan melalui kolaborasi dengan berbagai organisasi profesi.
“Sinergi dengan Gapensi Lebak merupakan langkah strategis untuk meningkatkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah dari kalangan pelaku usaha jasa konstruksi,” ujarnya.
Menurut KH. Wawan Gunawan, peningkatan penghimpunan dana ZIS akan berdampak pada semakin optimalnya program-program sosial dan pemberdayaan masyarakat yang dijalankan BAZNAS Lebak, mulai dari bantuan sosial, pendidikan, kesehatan hingga pemberdayaan ekonomi produktif.
Dalam rapat koordinasi tersebut, kedua pihak juga membahas mekanisme teknis penghimpunan zakat, termasuk pemanfaatan sistem pembayaran digital melalui QRIS guna mempermudah proses pembayaran sekaligus meningkatkan transparansi pengelolaan dana ZIS.
Selain itu, BAZNAS Lebak dan Gapensi Lebak sepakat untuk terus memperkuat komunikasi dan melakukan sosialisasi secara berkelanjutan kepada anggota Gapensi terkait pentingnya zakat dan mekanisme penyalurannya.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas basis muzakki dari kalangan pengusaha jasa konstruksi di Kabupaten Lebak sehingga penghimpunan dana ZIS dapat meningkat dan berdampak lebih luas bagi masyarakat. ***
Halaman : 1 2







