“Anak saya dikasih jajan, tapi dituduh. Masalahnya dituduh, gak ada musyawarah ke saya sebagai orang tua. Sekarang akhirnya gak sekolah, padahal masih UTS,” tuturnya.
Saat dikonfirmasi, Kepala SD Negeri 2 Selaraja, Oom Komariah menegaskan bahwa penanganan ini sudah sesuai prosedur dan tidak ada tekanan kepada sang anak.
“Saya tanya baik-baik, tidak menghakimi,” kata Oom saat ditemui.
Oom juga menyampaikan bahwa proses klarifikasi melibatkan seluruh pihak, baik orang tua anak yang melaporkan, maupun orang tua anak yang dilaporkan.
Kata dia juga, klarifikasi ini dilakukan setelah pihak sekolah beberapa kali mendapatkan laporan buli dan pemalakan tersebut.
“Selanjutnya kita berencana ke rumah Bu Nurlita untuk melihat kondisi anaknya kenapa sampai merasa trauma,” tandasnya. ***
Halaman : 1 2







