Tak sampai disitu, pelajar kelas XII 1 ini mengaku mendapatkan lontaran kata-kata kasar dari DF. “Katanya saya gob**k, anj**g. Katanya dia lihat saya pegang rokok,” ungkap Indra menirukan ucapan kepala sekolah.
Lagi-lagi Indra mengaku, emosi DF tak hanya sampai disitu. Dia juga mengaku diseret ke dalam ruangan kepala sekolah. “Saya ditampar satu kali, katanya saya enggak menghargai,” tuturnya.
Orang tua Indra yang mendapatkan informasi lantas bereaksi keras. Adalah Diyono. Dia menegaskan bahwa pihaknya akan melapor kepada pihak kepolisian.
“Saya enggak ikhlas, anak saya sampai ditampar. Saya akan menempuh jalur hukum,”kata Diyono.
Warga warga Sudamanik, Kecamatan Cimarga, mengaku sudah berkonsultasi dengan beberapa pihak terkait langkah hukum yang akan diambil. “Saya ingin masalah ini diselesaikan sesuai aturan hukum,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SMAN 1 Cimarga maupun Dinas Pendidikan Provinsi Banten belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan kekerasan tersebut. ***
Halaman : 1 2







