“Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan konfirmasi lapangan terkait rencana implementasi model SALAD, sebuah pendekatan inovatif yang dikembangkan untuk membantu penyesuaian klasifikasi NJOP dalam Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2),”kata Peneliti Kelompok Keahlian sistem spasial dan kadaster Fakultas Ilmu dan teknologi Kebumian ITB, Andri Hernandi, Selasa (10/6/2025).
Andri berharap program ini dapat menjadi percontohan penerapan pendekatan teknologi spasial yang adaptif dan berkeadilan dalam sistem perpajakan berbasis nilai lahan.
“Melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, serta komunitas adat, ITB berharap program ini bisa menjadi contoh penerapan pendekatan teknologi spasial dalam sistem perpajakan berbasis nilai lahan,”tandasnya. (Abd/Red)
Halaman : 1 2







