Menurut Halson, salah satu strategi yang akan dilakukan ialah mengoptimalkan pemanfaatan aset milik pemerintah daerah agar mampu menghasilkan pendapatan dan meminimalkan kebocoran penerimaan.
“Secara umum ada dua solusi yang kami lakukan, yaitu mengurangi belanja dari anggaran murni dan meningkatkan pendapatan daerah,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah menyampaikan bahwa seluruh skenario efisiensi masih dalam pembahasan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Ia mengakui kondisi keuangan daerah tahun ini cukup berat, terutama setelah pemerintah pusat memangkas transfer ke daerah sebesar Rp118 miliar.
Di sisi lain, Amir menegaskan Pemkab Lebak telah menjalankan kebijakan efisiensi sesuai arahan pemerintah pusat dengan mengalihkan anggaran ke program-program yang dinilai lebih prioritas.
“Belanja pegawai kita mencapai 47 persen dari APBD. Namun kami memastikan pemerintah daerah sudah menjalankan instruksi efisiensi dari pemerintah pusat,” ujar Amir. ***
Halaman : 1 2







