“Saat ini ada Autonomous Rapid Transit (ART) yang biayanya jauh lebih murah lagi. Begitu juga dengan inovasi yang lainnya.” sahutnya.
Sementara itu, Wali Kota Cilegon Helldy Agustian siap menjalankan arahan Presiden Jokowi agar ke depan kota-kota di Indonesia harus memiliki kreasi dan inovasi untuk kemajuan kotanya.
“Dengan berkreasi dan berinovasi seperti yang telah disampaikan oleh Pak Presiden, berarti kita sudah menyiapkan generasi Indonesia Emas tahun 2045, dimana kecenderungannya orang akan banyak pindah menempati kota,” ujarnya.
Oleh karena itu, kata Helldy, Pemkot Cilegon saat ini tengah mempersiapkan tata kelola perkotaan yang baik agar pada tahun 2045 nanti segala sesuatunya sudah dapat siap berjalan.
“Untuk itu, kami memunculkan visi jangka panjang Kota Cilegon, yakni Sebagai Gerbang Pulau Jawa yang Kolaboratif, Maju, Berkelanjutan, dan Sejahtera. Kita bertekad bersama untuk terus melakukan pembangunan,” urainya.
Sedangkan Ketua APEKSI sekaligus Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan APEKSI mesti menjadi forum yang mampu menyatukan kelebihan setiap kota.
“Kami melihat setiap kota memiliki kelebihan masing-masing, setiap kota memiliki aplikasi yang semuanya untuk kepentingan masyarakat di kotanya masing-masing. Sehingga APEKSI bersepakat semua kelebihan kota akan kami jadikan satu di bawah naungan APEKSI. Sehingga nanti akan dilihat oleh perwakilan dari Wali Kota lain yang ada di Indonesia ini untuk disempurnakan menjadi satu kekuatan besar,” katanya. (Advertorial).
Halaman : 1 2







