DAILYHITS.ID – Puluhan mahasiswa dari HMI MPO Serang Raya, Aliansi Mahasiswa Kabupaten Serang, dan Forum Aktivis Serang Raya yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Mahasiswa Rakyat Menggedor aksi unjuk rasa di depan Pendopo Bupati Serang.
Berdasarkan informasi yang di Himpun Dailyhit Aksi digelar menjelang genap 100 hari kinerja Bupati dan Wakil Bupati Serang yang dinilai gagal mewujudkan visi “Kabupaten Serang Bahagia”.
Dalam aksi tersebut, massa membawa poster dan spanduk berisi kritik terhadap pemerintah daerah.
Koordinator Aliansi Mahasiswa Menggugat, Wildan, menuding kepemimpinan saat ini hanya sibuk pencitraan tanpa menyentuh persoalan mendasar seperti infrastruktur, pelayanan publik, dan masalah sosial-ekonomi.
“Kabupaten Serang bahagia hanyalah mimpi belaka jika pemerintah hanya sibuk pencitraan tanpa kerja nyata untuk rakyat,” ujar Wildan kepada watrawantertuang dalam tulisan, Minggu (31/8/2025).
Mahasiswa menyampaikan 10 tuntutan, di antaranya:
menghentikan dan mengevaluasi proyek PLTS Desa Luwuk, Gunung Sari. menutup tempat hiburan malam. mengatasi pengangguran dengan membuka lapangan kerja. menjamin skema bantuan dan pinjaman. memperluas sarana pengelolaan sampah. menindak praktik pungli di pemerintahan desa. merealisasikan pembangunan Gedung BPSDM. menghentikan sidak gimmick di rumah sakit dan membenahi pelayanan kesehatan. mewujudkan keterbukaan informasi publik serta menutup tambang ilegal di Kabupaten Serang.
Ketua HMI MPO Serang Raya, Jamal, menilai 100 hari pertama seharusnya menjadi momentum pemerintah membuktikan komitmen kerja nyata.
“Jika 100 hari saja sudah gagal menjawab persoalan rakyat, bagaimana nasib lima tahun ke depan? Pemerintah harus serius mengevaluasi dan menjawab tuntutan ini,” ujarnya.
Memurut Rifki, Koordinator Forum Aktivis Mahasiswa Serang, menegaskan pihaknya akan menggelar aksi lanjutan pada 3 September jika tuntutan tidak diindahkan.
“Kita akan turun lagi Bakan lebih banyak dari hari ini pada 3 september jika tuntutan tidak di tanggapi,”Pungkasnya.***





