Kamera, bagi dia, adalah medium lain untuk bercerita tentang lanskap Banten, tentang budaya, juga tentang identitas daerah.
Sebagai demisioner Ketua Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Kabupaten Serang, ia memanfaatkan kanal digital untuk mempromosikan destinasi lokal. Video dan konten visual menjadi jembatan yang ia gunakan untuk menjangkau publik lebih luas.
“Di saat banyak orang melihat kamera sebagai sorotan, saya melihatnya sebagai jendela untuk memperlihatkan potensi Banten kepada dunia,” katanya.
Langkah Mariska tidak berhenti pada ekonomi dan promosi daerah. Ia juga aktif dalam kegiatan sosial. Salah satunya melalui inisiatif “Ramadhan Charity” bersama komunitas fotografer, yang mengalihkan biaya registrasi menjadi donasi bagi kaum dhuafa melalui Dompet Dhuafa.
Pada Mei 2021, ia juga tercatat ikut dalam aksi solidaritas kemanusiaan untuk Palestina di Jakarta. Bagi dia, keterlibatan semacam itu adalah bagian dari tanggung jawab moral sebagai warga global. Kepedulian, kata dia, selalu berangkat dari keberanian untuk hadir.
Ke depan, Mariska menaruh harapan pada kolaborasi lintas sektor. Pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas kreatif, menurut dia, perlu berjalan dalam satu irama.
“Kolaborasi adalah tentang saling menguatkan, saling membuka jalan, dan saling percaya untuk membangun masa depan bersama,” ujarnya.
Perjalanan Mariska mungkin tidak selalu riuh. Namun justru di situlah letak kekuatannya, ia bekerja dalam senyap, menghubungkan banyak titik, dan memberi makna pada setiap peran yang dijalani.
Dari Banten, langkah itu terus ia rawat. Tidak tergesa, tetapi konsisten. Sebab, bagi Mariska, keberhasilan bukan semata tentang capaian pribadi, melainkan tentang seberapa jauh kehadiran seseorang dapat memberi arti bagi orang lain.
Editor : Engkos Kosasih
Sumber Berita: Dailyhits.id
Halaman : 1 2







