Pengamat Politik Universitas Primagraha, Fathullah mengatakan, rangkaian penilaian terhadap kinerja lembaga publik atau pejabat publik itu menunjukkan obyektifitas terhadap kondisi sosial dan politik di masyarakat.
“Hasil penilaian lembaga survey terhadap kinerja pejabat publik itu ilmiah, sehingga dapat dipertanggungjawabkan selama tidak ada tendensi kepentingan pribadi atau golongan. Saya melihat, dari dua kali hasil lembaga survey didua periode yang berbeda itu hasilnya konsisten diatas 75 persen. Artinya, ini obyektif dan sangat logis,” kata Fathullah, Sabtu (5/10).
Menurut Fathullah, hasil lembaga survey merupakan produk ilmiah yang dapat menjadi barometer atau ukuran dalam sebuah penilaian. “Atas dasar itu, maka sebaiknya produk lembaga survey ini berdiri secara ilmiah juga dengan tanpa didasari tendensi kepentingan berlebihan, sehingga dimanfaatkan secara tidak sehat oleh pihak tertentu. Akibatnya, penilaian yang disuguhkan menjadi tidak sehat, apalagi dilakukan untuk manuver politik,” tuturnya.
Dalam hal ini, Fathullah menjelaskan bahwa para pegiat politik dan semua unsur masyarakat memiliki kewajiban untuk memberikan pendidikan politik yang baik dan sehat kepada masyarakat.
“Mari kita sama-sama kawal pesta demokrasi saat ini (Pilkada serentak-red) agar berjalan dengan baik dan sehat,” jelasnya.
Sebelumnya, Direktur Eksekutive LKPI, Togu Lubis dalam siaran pers-nya Jumat (4/10) mengatakan, tingkat approval rating dari Pemerintahan Kota Cilegon tergolong tinggi dengan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Helldy Agustian mencapai 79,9 persen dengan 10,7 persen tidak puas dan 9,4 persen menganggap biasa saja. (Il/Red)
Halaman : 1 2







