Sementara Arwan koordinator Forum Solidaritas Jayasari mengatakan aksi ini dilakukan untuk merespon dan mengklarifikasi mengenai kegaduhan yang terjadi di Jayasari belakangan ini.
Kata dia, kelompok masyarakat yang melakukan aksi demonstrasi Jakarta menuntut berbagai hal. Karena minimnya informasi yang diterima warga, sehingga banyak warga yang terprovokasi dan tidak tahu masalah ikut berdemonstrasi.
“Warga salah menerima informasi tanpa melakukan tabayyun, sehingga sulit dipertanggungjawabkan sebagai sebuah fakta. Akibat dari dentuman informasi tersebut, membuat masyarakat Jayasari telah dipolarisasi,” ucapnya.
Dia menegaskan dalam aksi saat ini para pemilik tanah yang terdampak pembebasan lahan hadir dan menyatakan sikap bahwa semua prosesnya dilakukan sesuai kesepakatan tanpa ada paksaan.
“Kita juga tegaskan disini, bahwa masyarakat yang saat ini hadir tidak membela siapapun. Urusan kemarin di Jakarta itu biarkan penegak hukum yang bertindak. Yang jelas kami warga Jayasari hanya ingin tenang tanpa adanya kegaduhan informasi,”kata Arwan dalam orasinya.
Karena dia, Forum Solidaritas Jayasari pun merasa perlu melakukan menyampaikan hal ini tidak lagi terjadi kesalahpahaman.
“Kami berhimpun dalam bentuk klarifikasi atas tuduhan yang didengungkan, karena sesungguhnya kami hanya butuh ketenangan,” tandasnya. (*/Red)
Halaman : 1 2





