Miris.! Sekolah Di Serang Nyaris Roboh, Siswa SDN Palamakan 1 Belajar Bergantian 

- Penulis

Selasa, 9 September 2025 - 23:36

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penomena Murid SDN Palamakan 1, Semangat belajar Di kelas yang Rusak Parah. (foto : Istimewa/Dailyhits).

Penomena Murid SDN Palamakan 1, Semangat belajar Di kelas yang Rusak Parah. (foto : Istimewa/Dailyhits).

DAILYHITS.ID – Di Tengah Perkampungan di Desa Pringwulung, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang, berdiri sebuah sekolah yang seakan menua bersama waktu, SDN Palamakan 1 yang menjadi tempat anak-anak menanam mimpi, kini bangunan Rapuh dengan atap bocor dan dinding retak.

Di ruang-ruang sempit itulah, Ratusan Murid yang begitu polos Terus semangat belajar, meski keselamatan mereka dipertaruhkan.

Sekolah dasar ini hanya memiliki tiga ruang kelas aktif dari enam yang seharusnya tersedia. Satu ruangan dipakai guru, sementara tiga lainnya dipakai siswa. Akibatnya, kegiatan belajar harus dibagi dua sesi.

“Kelas 1 sampai 3 belajar pagi, kelas 4 sampai 6 belajar siang. Ruang tidak cukup untuk semua murid,” kata Aswani, guru SDN Palamakan 1 kepada wartawan, Selasa (9/9/2025).

Kerusakan semakin terasa saat musim hujan. Atap bocor, dinding rapuh, dan lantai becek membuat proses belajar kacau, Kondisi ini membahayakan keselamatan siswa maupun guru.

“Kalau hujan, air masuk ke kelas. Belajar jadi kacau. Kami khawatir anak-anak celaka,” ujarnya

Bangunan utama terakhir kali dibangun pada 2011. Setelah itu, belum ada perbaikan menyeluruh. Beberapa kali survei dan pengukuran dilakukan oleh pihak terkait, tetapi pembangunan tak kunjung terealisasi.

Baca Juga :  DPRD Serang Sidak SDN Palamakan 1 Rusak Parah, Minta Pemkab Segera Bertindak

“Sudah bertahun-tahun kami menunggu. Hanya difoto, diukur, dijanjikan dibangun. Hasilnya nol,” tegasnya.

Selain ruang kelas terbatas, fasilitas sekolah juga minim. Guru dan siswa harus menyesuaikan diri dengan kondisi seadanya.

“Kegiatan belajar seharusnya penuh di pagi hari. Tapi di sini terpotong karena harus dibagi dua sesi. Dampaknya pasti ke kualitas pendidikan anak-anak,” kata Aswani.

Guru dan warga sekitar menilai penambahan ruang kelas baru sangat mendesak. Tanpa itu, kegiatan belajar akan terus terpecah. Anak-anak pun sulit mendapatkan suasana belajar yang nyaman.

Kondisi ini menimbulkan keresahan di kalangan guru dan orang tua murid. Mereka berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki sekolah.

“Harapan kami sederhana, sekolah ini dibangun kembali agar layak digunakan. Anak-anak berhak belajar di ruang yang aman dan nyaman,” ujar Aswani.

Ia juga menekankan pentingnya kesetaraan fasilitas pendidikan. Menurutnya, banyak sekolah di sekitar Palamakan sudah memiliki ruang kelas lengkap dan layak.

Baca Juga :  Jabatan Sekda Lebak Kosong usai Ditinggalkan Budi Santoso

“Kami hanya ingin fasilitas yang sama. Anak-anak kami juga punya hak belajar yang setara dengan sekolah lain,” tuturnya.

Pihak sekolah mengaku sudah berulang kali melaporkan kondisi ini ke Dinas Pendidikan Kabupaten Serang. Namun, jawaban yang diterima selalu sama: masih menunggu proses perencanaan dan anggaran.

“Kami lelah menunggu. Setiap kali ada survei, dijanjikan akan dibangun, tapi tidak ada realisasi. Padahal keselamatan anak-anak dipertaruhkan,” ungkap Aswani.

Guru, orang tua, dan warga kini mendesak pemerintah daerah segera melakukan perbaikan.

Mereka menegaskan, jika dibiarkan lebih lama, bukan hanya mutu pendidikan yang terancam, tetapi juga keselamatan siswa.

“Pendidikan adalah hak dasar. Jangan sampai anak-anak belajar di gedung yang hampir roboh,” kata salah satu warga.

Keterbatasan ruang kelas dan fasilitas membuat anak-anak sulit berkembang maksimal. Proses belajar yang tidak efektif bisa berdampak pada masa depan mereka.

“Kalau dibiarkan, kualitas pendidikan di sekolah ini akan terus menurun. Anak-anak akan kalah bersaing dengan murid lain yang belajar di sekolah lebih layak,” pungkasnya.***

Berita Terkait

Keren! Atlet Airsoft di Banten Kini Punya Asuransi Kecelakaan 24 Jam
Deolipa Bongkar Fakta Sidang Kasus Korupsi PDAM Lebak, Hitungan Kerugian Negara Bermasalah?
Kartini Bukan Seremoni! DWP Dorong Perempuan Lebak Lebih Berdaya dan Sehat
Halal Bihalal Momentum PKS Lebak Perkuat Barisan dan Serap Masukan
Duh, Dua Tahun Pelajar SD Negeri di Pandeglang Terpaksa Belajar di Musala
Pemkab Serang Perkuat Reformasi Birokrasi Melalui Sosialisasi Manajemen Talenta
Aklarasi Transformasi Digital, Pemkab Serang Siapkan ‘Super App’ Layanan Publik Terpadu
Rumah Lansia di Lebak Ludes Diamuk Si Jago Merah

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 12:16

Keren! Atlet Airsoft di Banten Kini Punya Asuransi Kecelakaan 24 Jam

Jumat, 24 April 2026 - 13:53

Deolipa Bongkar Fakta Sidang Kasus Korupsi PDAM Lebak, Hitungan Kerugian Negara Bermasalah?

Selasa, 21 April 2026 - 11:51

Kartini Bukan Seremoni! DWP Dorong Perempuan Lebak Lebih Berdaya dan Sehat

Sabtu, 18 April 2026 - 07:31

Duh, Dua Tahun Pelajar SD Negeri di Pandeglang Terpaksa Belajar di Musala

Jumat, 17 April 2026 - 19:10

Pemkab Serang Perkuat Reformasi Birokrasi Melalui Sosialisasi Manajemen Talenta

Berita Terbaru

Selamat Hari Kartini - Ketua DPRD Lebak, dr. Juwita Wulandari. (DAILYHITS)

Advertorial

Selamat Hari Kartini

Senin, 20 Apr 2026 - 20:41