Selain bertani, kata Madjasa, nelayan lainnya yang tidak memiliki pekerjaan memilih memperbaiki perahu atau jaring. Hal itu untuk mengisi kekosongan waktu sembari menunggu gelombang kembali normal.
“Seminggu ini gelombang laut kurang lebih mencapai 2 hingga 3 meter bahkan lebih. Dan seminggu itulah perahu nelayan bersandar,”kata dia.
“Jika memaksa melaut khawatir akan keselamatan jiwa akibat angin kencang dan gelombang tinggi,”tambahnya.
Kepala Desa Cireunde, Salman Abdusalam membenarkan bahwa nelayan di wilayahnya sudah seminggu tidak melaut akibat cuaca ekstrem. Gelombang tinggi, memaksa mereka menyandarkan perahunya sebagai langkah mengutamakan keselamatan.
“Di wilayah kita (Desa Cireunde) ada 50 warga yang menjadi nelayan. Karena sudah seminggu tidak melaut, sejumlah nelayan ada yang memilih menjadi petani kebun, sawah, ngojek. Jika tidak ada memiliki pekerjaan sebagian nelayan pilih memperbaiki jaring dan perahu,”pungkasnya.
Halaman : 1 2







