“Anggaran Rp1 miliar itu dihibahkan ke FSPP untuk memondokkan 100 siswa dari Desil 1. Data penerima diambil dari Dinas Sosial,” jelasnya.
Menurut Iyan, wilayah dengan tingkat kemiskinan struktural tinggi seperti kawasan sekitar Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) dan area sekitar PT Perkebunan Nusantara (PTPN) akan menjadi prioritas sasaran program.
Sementara itu, sebanyak 25 hingga 28 pondok pesantren direncanakan terlibat dalam Program Santri Rakyat. Proses finalisasi penentuan pesantren dan seleksi siswa akan dilakukan oleh tim gabungan FSPP bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
“Durasi pendidikan direncanakan selama enam tahun sampai jenjang SMA. Namun menyesuaikan dengan jenjang yang tersedia di masing-masing pondok, ada yang SMP/MTs dan SMA/MA,” ujarnya.
Iyan mengakui, anggaran yang dialokasikan untuk kebutuhan siswa selama menempuh pendidikan di pesantren masih terbatas. Oleh karena itu, dibutuhkan dukungan dari pihak pesantren dan lembaga lain.
“Memang anggarannya masih sangat minim. Namun FSPP menyambut baik program ini dan siap membantu menutup kekurangannya. Baznas juga akan ikut berperan,” pungkasnya. ***
Halaman : 1 2







