“Dalam menurunkan stunting tidak bisa bekerja sendiri, harus kolaborasi antara pemerintah, sektor kesehatan, pendidikan, departemen, perguruan tinggi dan masyarakat harus sinergi,” ujarnya.

Lebih lanjut Sekda Fahmi mengatakan, program yang sudah dibuat oleh DP2KBP3A dan Dinkes Pandeglang di lokus stunting cukup bagus, dan harus terus dilakukan seperti PMT, pemberian tablet tambah darah bagi ibu hamil dan remaja putri, serta mengarahkan ibu hamil dan balita agar rutin ke Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).
” Jika optimal program itu dilaksanakan kemungkinan stunting di Pandeglang akan terus menurun,” pungkasnya.
Sekda Fahmi juga menyampaikan program yang dilaksanakan oleh Organisaai Perangkat Daerah (OPD) lainnya dalam pengentasan stunting diantaranya DPMPD melakukan peningkatan kapasitas Kader Pembangunan Manusia (KPM), dan Dinas PUPR membuat sistem pengolahan air baku dan sistem pengolahan air limbah domestik.
“Kami yakin secara berkala prevalensi stunting di Kabupaten Pandeglang dapat ditekan, dan kami mohon juga masyarakat terus meningkatkan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” pungkasnya. (ADVERTORIAL)
Halaman : 1 2





