“ini adalah penguatan atau dorongan yang kita lakukan selaku pemerintah daerah untuk terus mengakselerasi transformasi digitalisasi di wilayah kami,” katanya.
Di tempat yang sama, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Serang, Lalu Farhan Nugraha, menyebut pembentukan tim percepatan digitalisasi daerah menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya mendapat dukungan langsung dari kepala daerah.
“Support dari Bupati ini menjadi motivasi bagi kami dan seluruh OPD penghasil retribusi untuk mempercepat edukasi dan implementasi transaksi elektronik,” kata Lalu Farhan.
Menurutnya, saat ini belum ada aplikasi khusus yang digunakan. Pemerintah daerah menggandeng perbankan, seperti Bank Jabar dan Bank Banten, untuk memfasilitasi transaksi digital yang dapat diakses masyarakat hingga ke 326 desa.
Ia mengatakan, Berbagai metode pembayaran non-tunai telah tersedia, mulai dari virtual account hingga dompet digital.
“Bisa Qiuris, virtual account, terus pakai dana dan lain sebagainya sudah bisa. Alfamart, Indomaret Bisa.” Ujarnya.
Menurt Farhan, Bapenda mencatat capaian digitalisasi transaksi di Kabupaten Serang telah mencapai 95 persen, tertinggi secara nasional.
Farhan mengakui masih ada sebagian masyarakat yang menggunakan metode pembayaran konvensional.
“Itu menjadi pekerjaan rumah kami. Kami terus memberikan pemahaman bahwa sistem digital lebih transparan dan akuntabel, serta tetap memiliki bukti transaksi yang sah secara elektronik,” Tutup Farhan.
Editor : Engkos Kosasih
Sumber Berita: Dailyhits.id
Halaman : 1 2







