Percontohan di Tangsel, Warga Ciputat Buat Komposter atasi Masalah Sampah

- Penulis

Senin, 5 Januari 2026 - 16:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Ciputat Kota Tangsel, Selesaikan permasalahan sampah Organik, menyulap tong ari menjadi Alat pembuatan pupuk kompos. Foto: Dailyhits)

Warga Ciputat Kota Tangsel, Selesaikan permasalahan sampah Organik, menyulap tong ari menjadi Alat pembuatan pupuk kompos. Foto: Dailyhits)

Sedangkan, untuk pengelolaan sampah non organik warga juga berencana akan membentuk bank sampah. Hal itu tentu menjadi solusi bagi warga agar dapat bisa mandiri dalam melakukan pengelolaan sampah dan membangun pola hidup sehat dari lingkungan tempat tinggal mereka.

Pengelolaan sampah yang dilakukan ini juga dilalukan secara mandiri atau dengan biaya swadaya dari masyarakat sekitar.

“Kami membuat ini untuk mengatasi permasalahan sampah di 3 RW. Ini kita lakukan juga sebagai upaya untuk membantu pemerintah melakukan pengelolaan sampah,” kata Hohan Barazing pria usia 60 tahun saat dijumpai di lokasi.

Baca Juga :  Barang Bukti Hasil Kejahatan 50 Perkara di Lebak Dimusnahkan

Kata Hohan pengelolaan sampah secara mandiri ini juga bakal membentuk budaya masyarakat akan sadar kebersihan. Masyarakat diminta tidak bergantung pada pemerintah dalam persoalan sampah.

“Ini berkonsep dari warga untuk warga. Jadi harus bisa mandiri, nanti kami akan sosialisasilan dan membuat aturan bersama pak RT dan pak RW,” ujarnya.

Dia mengaku komposter ini untuk pertama akan dibuat sebanyak 40 untuk kebutuhan 3 RW. Untuk pembuatan satu komposter ini memerlukan biaya kurang lebih 450 ribu.

Baca Juga :  Kirab Api Kab. Lebak Terbaik di Porprov VI Banten

“Kami berharap pemerintah juga bisa hadir dan memfasilitasi kami, karena ini untuk kepentingan bersama juga jadi ada simbiosis mutualismenya,” kata dia.

Konsep pengelolaan sampah ini juga, kata dia, untuk menyadarkan masyarakat akan sampah atau limbah juga bisa digunakan dan memiliki nilai ekonomis.

“Jadi masayrakat juga harus sadar bahwa sampah dan limbah ini juga memiliki nilai ekonomi dan bisa membuat lingkungan sehat. Untuk komposter sendiri nanti bisa menjadi pupuk cair dan pupuk kompos,” tukasnya.***

Berita Terkait

Rp55,47 Miliar Belanja Tenaga Ahli Disorot, Pergub SHS Banten Perluas Rekening 0029 untuk Honor Lembaga
Teken MoU, Bawaslu Lebak dan DP3AP2KB Perkuat Pencegahan Kekerasan Seksual
300 Massa AKAMSI Geruduk ATR/BPN, Desak HGB 70-71 Sanur Tak Diperpanjang
Museum Multatuli: Belajar Sejarah dengan Cara Seru
RDF Indah Kiat Berkapasitas 8.100 Ton, Wamenko: Harus Dimanfaatkan Atasi Sampah Serang
Kabar baik! Masyarakat Kini Tak Mesti ke Dukcapil, Layanan Adminduk Sudah Ada di Desa
Pupuk dan Ketahanan Pangan: Mata Rantai yang Tak Boleh Terputus
Herfio Zaki Jadi Dirreskrimum Polda Banten, Jasa Raharja Muda Beri Apresiasi

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 16:11

Rp55,47 Miliar Belanja Tenaga Ahli Disorot, Pergub SHS Banten Perluas Rekening 0029 untuk Honor Lembaga

Kamis, 3 September 2026 - 19:01

Teken MoU, Bawaslu Lebak dan DP3AP2KB Perkuat Pencegahan Kekerasan Seksual

Rabu, 2 September 2026 - 23:00

300 Massa AKAMSI Geruduk ATR/BPN, Desak HGB 70-71 Sanur Tak Diperpanjang

Rabu, 2 September 2026 - 20:20

Museum Multatuli: Belajar Sejarah dengan Cara Seru

Rabu, 2 September 2026 - 13:22

RDF Indah Kiat Berkapasitas 8.100 Ton, Wamenko: Harus Dimanfaatkan Atasi Sampah Serang

Berita Terbaru