Dengan APBD Provinsi Banten sebesar Rp11,3 Triliun, Deden meyakini jika pemerintah daerah mampu menyisihkan anggaran untuk insentif guru madrasah non PNS yang jumlahnya mencapai 90 persen dari total guru madrasah se-Banten sebanyak 50 ribu orang.
“Guru honorer madrasah ini kan warga Banten dan yang diajarnya juga warga Banten, tapi terkesan dikesampingkan. Seperti ada dikotomi antara (guru) madrasah dengan guru di bawah naungan Dinas Pendidikan. Kalau melihat postur APBD Banten, saya yakin bisa kok,” ucap Deden.
Aksi nanti juga untuk memperkuat posisi PGMI sebagai mitra strategis pemerintah daerah di Banten. Mensolidkan gerakan-gerakan organisasi melalui mimbar bebas sekaligus melakukan penggalangan dana untuk membantu korban bencana gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat.
“Puluhan ribu teman-teman guru honorer ini kan juga masyarakat Banten yang punya hak mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah. Seperti guru honorer SMA sederajat yang mendapat insentif, atau guru mengaji yang bersumber dari dana hibah APBD,” papar Deden.
Halaman : 1 2





