“Material yang digunakan sesuai RAB. Di wilayah ini masyarakat juga sudah lama menggunakan pasir laut untuk pembangunan rumah maupun bangunan lainnya karena kualitasnya dinilai baik,” ujar Jana.
Hal senada disampaikan anggota tim monitoring Badak Banten Perjuangan DPC Kabupaten Pandeglang, Andi. Ia menilai kualitas fisik bangunan irigasi yang sedang dikerjakan cukup baik dan tidak kalah dengan konstruksi yang menggunakan pasir sungai.
“Dari hasil pemantauan di lapangan, kualitas pekerjaan terlihat baik dan proses pembangunan masih terus berjalan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Badak Banten Perjuangan, Eli Sahroni, turut menanggapi pemberitaan salah satu media yang sebelumnya menyoroti proyek tersebut. Menurutnya, pemberitaan seharusnya mengedepankan prinsip keberimbangan dengan melakukan konfirmasi kepada seluruh pihak terkait.
“Media seharusnya menerapkan prinsip check and balance dengan meminta keterangan dari pelaksana kegiatan maupun tenaga pendamping teknis agar informasi yang disampaikan kepada publik berimbang,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pemanfaatan pasir laut untuk kebutuhan konstruksi masyarakat berbeda dengan aktivitas eksploitasi pasir laut dalam skala besar yang diatur oleh peraturan perundang-undangan.
“Pemanfaatan pasir laut untuk pembangunan masyarakat, termasuk saluran irigasi bagi kepentingan petani, sepanjang memenuhi standar kualitas, berbeda dengan aktivitas eksploitasi atau perdagangan pasir laut dalam skala besar,” kata Eli. ***
Halaman : 1 2







