Jumlah tersebut, menurut Rahmat telah melampaui target. Di mana jika dipresentasikan realisasi inseminasi buatan atau kawin suntik sekitar 117 persen.
“Target hanya 327 tapi alhamdulilah sudah terlampaui. Data itu merupakan hasil rekapitulasi dari Januari – Oktober 2022,”tuturnya.
Rahmat mengungkapkan kawin suntik dilakukan kepada ternak milik masyarakat dengan cara menyuntikkan cairan sperma pejantan ternak yang unggul.
Dia juga menjelaskan, selain untuk meningkatkan mutu serta populasi ternak lokal. IB ini juga bertujuan agar perkawinan antar ras ternak bisa dilakukan.
“Banyak manfaatnya, kita bisa mendapatkan kualitas yang baik di ternak lokal, meminimalisir penularan penyakit kelamin akibat kawin alami juga,” jelas Rahmat.
Halaman : 1 2





