Kematian ikan massal ini bukan yang pertama. Pada tahun 2022, kejadian serupa pernah terjadi namun berhasil ditangani oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang.
“Dulu pernah kejadian dan bisa ditangani DLH. Sekarang entah kenapa tidak ada respons,” keluh Naji.
Kondisi air di Situ Cangkring kini juga berubah drastis, dari bening menjadi kehijauan. Pihak kelurahan bahkan telah mengimbau warga untuk tidak mengonsumsi ikan dari situ karena dikhawatirkan mengandung merkuri.
“Airnya ada perubahan jadi hijau gini, padahal tadinya bening. Kelurahan sudah imbau warga agar tidak konsumsi ikan dari situ karena diduga mengandung merkuri,” jelasnya.
Naji Hardiyanto sangat menyayangkan sikap abai pemerintah. Ia merasa kecewa lantaran laporannya, bahkan yang ditujukan langsung ke Wali Kota, tidak mendapat tanggapan serius.
“Saya sudah videokan dan kirim, bahkan sampai ke Wali Kota pun tidak ditanggapi. Sebagai masyarakat biasa yang rumahnya dekat situ, kami mohon pemerintah turun tangan, datang ke sini. Jangan pas pemilu saja dia datang, tapi pas kita butuh, tidak ada,” pungkas Naji.
Halaman : 1 2







