Sementara Edukator Pertama Museum Multatuli, Siti Nur Hasanah menyatakan keberadaan museum Multatuli berhasil menyedot perhatian masyarakat karena menyuguhkan segudang sejarah dan rahasia.
Ya, nama Multatuli terkenal karena dia menulis sebuah mahakarya yang mengguncangkan dunia dan pesannya pun menggema secara internasional dikalangan penulis cendekiawan.
“Karya yang dia tulis mengenai pertentangan eksploitasi dan penindasan kolonial Belanda di Jawa dengan Judul Max Havelaar, karya sastra yang ditulis dengan sangat jujur dan menjadi karya sastra yang sangat penting,”bebernya.
Lebih lanjut, Multatuli merupakan salah satu pelopor Belanda yang menentang sistem kolonialisme yang kejam yang dilakukan oleh kalangan sendiri.
“Karena dia tidak tahan dan kecewa terhadap penindasan dan kekejaman yang dilakukan oleh penguasa lokal maupun kolonial terhadap Rakyat Banten khusunya Lebak, hal ini pula yang menjadi faktor ia membuat karya sastra yang berjudul Max Havelaar,”kata Hasanah seorang yang hapal sejarah.
Ia berharap, Museum Multatuli ini semakin diminati baik oleh warga Lokal maupun Mancanegara.
“Kan, di Museum ini banyak miniatur Peninggalan Berdirinya Kabupaten Lebak disimpan,”harapnya.
Halaman : 1 2





