“Semua layanan kita buka, mulai dari audio visual, perpustakaan, ruang baca anak dan lain sebagainya,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, antusiasme masyarakat dari berbagai golongan terbilang cukup baik menyambut jadwal baru perpustakaan, mulai dari anak-anak hingga ibu rumah tangga datang di akhir pekan untuk membaca atau hanya sekadar melihat-lihat fasilitas perpustakaan.
“Anak-anak SD hingga smp sangat antusias, siswa SMA/K dan mahasiswa banyak yang nugas disini. Bahkan, komunitas ibu-ibu senam dan pengajian sering datang kemari di akhir pekan,” ungkapnya.
Selain memberlakukan jadwal buka baru, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lebak juga menjalankan program Tranformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial(TP-BIS) untuk meningkatkan kualitas literasi masyarakat.
Tercatat, di Kabupaten Lebak sendiri, TP-BIS sudah tersedia di 13 desa yang tersebar di 12 kecamatan.
“Untuk tahun ini, TP-BIS sendiri sudah ada di dua kecamatan, salah satunya di Warunggunung. Disana, banyak masyarakat terutama ibu-ibu yang memanfaatkan fasilitasnya untuk meningkatkan potensi yang dimiliki,” tuturnya.
Halaman : 1 2





