Airin-Ade Punya Jurus Jitu Atasi Pengangguran di Banten, Apa Itu?

- Penulis

Minggu, 6 Oktober 2024 - 20:35

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Calon Gubernur Banten, Airin Rachmi Diany saat bersilaturahmi dengan masyarakat Cikande (Ist)

Calon Gubernur Banten, Airin Rachmi Diany saat bersilaturahmi dengan masyarakat Cikande (Ist)

DAILYHITS.ID, SERANG – Pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Banten Airin Rachmi Diany-Ade Sumardi punya jurus jitu untuk mengatasi persoalan ketenagakerjaan.

Pasangan ini berkomitmen melepaskan status Provinsi Banten sebagai daerah dengan pengangguran tertinggi di Indonesia.

Komitmen tersebut disampaikan Airin saat bersilaturahim dengan masyarakat Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Minggu (6/10/2024).

“Pada daerah-daerah industri, saya menemukan masalah ketenagakerjaan. Di Kabupaten Serang, Kota Cilegon, dan Kabupaten Tangerang,” kata Airin.

Berdasarkan data BPS per 2023, pengangguran terbuka Banten sebesar 7,52 persen, di atas rata-rata nasional sebesar 5,32 persen. Menurut Airin, jumlah pengangguran berada di daerah yang memiliki banyak industri.

Sejumlah program untuk mengatasi pengangguran antara lain, revitalitasi dan peningkatan jumlah Balai Latihan Kerja (BLK), training center yang bekerja sama dengan dunia industri, dan sekolah vokasi.

“Kami akan bangun BLK sesuai potensi daerah. Industri kami akan minta bangun training center. Secara khusus kami siapkan sekolah vokasi untuk menciptakan lulusan siap kerja,” ujar Airin.

Baca Juga :  Bupati Serang Bergerilya Pantau Posko Mudik, Pastikan pelayanan dan Keselamatan Pemudik Optimal

Airin mengaku mendapat informasi tentang calo tenaga kerja. Terkait ini, ia bersama Ade Sumardi akan melakukan reformasi bidang ketenagakerjaan. Hal itu bisa dilakukan karena pengawasan ketenagakerjaan menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

“Maka reformasi dinas tenaga kerja, dan penguatan pengawasan bidang tenaga kerja harus dilakukan optimal. Wajib industri menyediakan lowongan kerja maksimal untuk putra daerah,” ujarnya.

Selain itu, Airin-Ade juga punya program Muda Berdaya, Generasi Berkompeten Banten (Gen Banten), dan Kreasi.

“Paling utama juga, kita bangkitkan UMKM. Kita dorong semua pelaku UMKM untuk bisa naik kelas. Kita damping mulai dari permodalan, kualitas produk, hingga pemasaran,” ujar Airin.

Aktivis buruh Kabupaten Serang Asep Saepulloh mendukung penuh program yang disampaikan. Menurutnya, ke depan dibutuhkan kepedulian pemerintah provinsi terhadap persoalan ketenagakerjaan.

“Bu Airin sangat piawai saat memimpin Tangsel. Dan rencana program yang beliau konsep, sangat bisa dilaksanakan. Kami dukung penuh,” ujarnya.

Baca Juga :  Meriahnya Turnamen Tenis Lapangan Piala Dandim Lebak, Peserta 'Mati-matian' Berebut Juara

 

Kepala BNN RI Komisaris Jenderal Marthinus Hukom mengungkap rumah mewah yang menjadi tempat produksi narkotika dikendalikan satu keluarga.

Keluarga tersebut terdiri dari suami insial BY, istri inisial RY dan anak inisial AD. Mereka memproduksi narkotika jenis PCC sejak Juli 2024 dengan jumlah produksi sebanyak 6,9 juta butir.

“Kita ini menangkap satu keluarga, suami, istri dan anak. Ini istri ke 3 dari BY, kalau anaknya dari istri pertama,” kata Marthinus saat ekpose di Serang, Rabu (2/10/2024).

Diketahui, sebelumnya BNN RI menggerebek rumah mewah di lingkungan perumahan Purna Bhakti, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Jumat kemarin.

Rumah mewah milik BY tersebut menjadi tempat labolatorium gelap pembuatan narkotika jenis PCC.

Kata Marthinus, produksi narkotika tersebut dioperasikan oleh istri dan anak BY. Karena BY mendekam di penjara gegara kasus narkoba.

Berita Terkait

Duh, Dua Tahun Pelajar SD Negeri di Pandeglang Terpaksa Belajar di Musala
Aklarasi Transformasi Digital, Pemkab Serang Siapkan ‘Super App’ Layanan Publik Terpadu
Rumah Lansia di Lebak Ludes Diamuk Si Jago Merah
Puluhan Desa Wisata di Kabupaten Serang Mayoritas Mati Suri
Seba Baduy 2026 Digelar Meriah, Ada Apa Saja?
Pemkab Serang Genjot Digitalisasi pajak, potensi kebocoran!
Terlalu Lama Plt, DPRD Lebak Desak Bupati Segera Bertindak
2 Juta Kendaraan di Banten Menunggak Pajak, Bapenda Siapkan ‘Payment Point’